Keindahan Lok Laga Haruyan yang Bikin Takjub

0 97

Lok Laga

Log Laga adalah tempat wisata alam yang berada di desa Sei Harang, Kecamatan haruyan, Kabupaten  Hulu Sungai Tengah. Tempat wisata satu ini hampir mirip dengan objek wisata Pagat Batu Benawa, kemiripannya yakni sama-sama populer sejak dahulu namun sekarang tidak seramai dulu lagi.  Panorama alam wisata Lok Laga menghadirkan nuansa pegunungan yang sejuk, pepohonan rindang, air sungai jernih dari sumber pegunungan yang mengalir di antara bebatuan alam dan banyak spot foto kece.

Berwisata alam di Log Laga saat hari biasa (non holiday) serasa milik pribadi, karena tidak banyak pengunjung yang datang. Anda bisa puas bermain air, anak-anak pun bisa berenang di beberapa area sungainya yang dangkal dan arus tenang. Atau hanya sekedar duduk di bebatuan alam yang ciamik sembari menyalurkan hobi fotografi juga tak boleh dilewatkan. Tempat wisata Log Laga ini cocok untuk Anda yang hobi foto-foto, ingin ngadem di tengah teriknya cuaca kota Barabai juga melepaskan diri dari kotornya udara perkotaan.

Rute Menuju Tempat Wisata Log Laga

Rute dari Kota Barabai : Barabai Kota – Pantai Hambawang – Perempatan desa Barikin, belok kiri menuju Haruyan – di Haruyan Anda akan menjumpai perempatan lagi, Anda ambil saja arah lurus untuk menuju Desa Lok Buntar/ Balabau – Desa Muui (akan melewatiBendungan Warna-Warni Muui) – Desa Sei Harang/ Sungai harang.

Rute dari Kota Kandangan : Kandangan Kota – Desa Bamban – Pengambau – Perempatan desa Barikin, belok kanan menuju Haruyan – di Haruyan Anda akan menjumpai perempatan lagi, Anda ambil saja arah lurus untuk menuju Desa Lok Buntar/ Balabau – Desa Muui (akan melewati bendungan warna-warni Muui). – Desa Sei Harang/ Sungai harang. Apabila Anda berasal dari Banjarmasin, Anda bisa mengikuti rute dari Kota Kandangan.

Sebenarnya masih banyak akses atau jalur alternatif untuk menuju tempat wisata andalan kecamatan Haruyan satu ini. Tapi karena lebih mudah dituju dan memudahkan wisatawan dari luar daerah, maka rute di ataslah yang direkomendasikan. Jalnnya cukup mulus dan bisa dilewati mobil.

Legenda Lok Laga

Dibalik keindahan alam yang menawan, Lok Laga menyimpan sebuah legenda yang menarik diketahui. Lok berarti Teluk dan Laga yang berarti Naga, maka jadilah nama Lok Laga. Menurut cerita pada jaman dahulu di sebuah perkampungan pedalaman, seorang kepala adat/ pangulu adat sedang melaksanakan pernikahan putri tunggal kesayangannya. Maka diadakan lah acara pernikahan dengan arak-arakan pengantin selama tujuh hari tujuh malam.

Undangan pun disebar, banyak tamu undangan yang  datang dari berbagai suku dan daerah. Kepala suku, kepala balai semuanya berdatangan. Dari semuanya  yang datang, ada yang datang menggunakan lanting, menggunakan kuda, ada pula yang datang hanya dengan berjalan kaki. Mereka yang hadir berasal dari daerah yang berbeda-beda, ada yang berasal dari gunung, dari perbukitan hingga dari seberang lautan.

Para undangan yang hadir di acara pernikahan terebut disurungi (disuguhi) berbagai macam masakan seperti nasi dan lamang lakatan. Acara tersebut diiringi dan dihibur dengan musik Kurung-Kurung (kesenian musik tradisional kalimantan Selatan). Singkat cerita, pengantin pria dan wanita duduk berdampingan. Kedua mempelai duduk bersandarkan bantal dan guci bergambarkan kembang. Kepala sang pengantin pria memakai Laung (Topi/ tutup kepala khas daerah suku Banjar) dengan sebilah Mandau di pinggang. “Mandau adalah senjata tajam sejenis parang dari kebudayaan Dayak di Kalimantan”

Sang penganten wanita memakai Galung yang berhiaskan mayang dari pohon pinang. Kemudian mereka duduk bersanding di perahu yang berbentuk naga. Kedua mempelai pun mulai mengarungi sungai hingga mereka sampai di liang (bagian sungai yang dalam) yang terdapat di teluk. Entah karena apa, perahu hiasan berbentuk naga tadi bergoyang. Ekor perahu naga bergerak-gerak, mulutnya menganga, lidah naga menjulur, kedua mata naga mencalang (terbelalak) seperti sedang marah. Melihat kejadian itu, cepat-cepatlah sang pawang mencabut parang yang kemudian Ia tebaskan di kepala naga. Naga itupun bercucuran mengeluarkan darah karena kepalanya terluka. Sejak kejadian itu, tempat terebut dinamakan Lok Laga Cerita ini diambil dari hikayat yang terdapat pada lirik lagu Banjar “Legenda Lok Laga”.

Harga Tiket dan Fasilitas di Log Laga

Harga tiket Rp5.000 – Rp10.000 (sewaktu-waktu bisa berubah).

Fasilitas yang tersedia mulai dari tempat parkir, gazebo, warung makan dihari-hari tertentu.

Source https://janganlupapiknikk.blogspot.com https://janganlupapiknikk.blogspot.com/2018/03/keindahan-lok-laga-haruyan-dibalik.html
Comments
Loading...