Wisata Sejarah Menara Kembar Masjid Raya Bandung

0 270

Menara Kembar Masjid Raya Bandung

Menara Kembar Masjid Raya Bandung Provinsi Jawa Barat menjadi destinasi wisata menarik. Anda bisa merasakan sensasi menikmati Kota Bandung dari ketinggian dengan sudut pandang 360 derajat. Pengunjung tinggal mengakses area sayap kiri atau kanan masjid untuk menaiki menara kembar. Letaknya dekat tempat penitipan barang, kedua menara bisa diakses masyarakat secara umum dan rasakanlah sensasi pemandangan yang berbeda.

Di dekat lift terdapat loket pembelian tiket. Pada libur lebaran, harga tiket dipatok Rp 7.000 bagi pengunjung dewasa dan Rp 5.000 bagi pengunjung anak-anak. Harga tersebut naik dari hari-hari biasa dengan tarif Rp 5.000 bagi pengunjung dewasa dan Rp 3.000 bagi pengunjung anak-anak. Setelah mendapat tiket, antrilah dengan sesama pengunjung secara tertib. Petugas bakal membagi pengunjung untuk naik per 10 orang sesuai kapasitas lift.

Terdapat lembar pengumuman bagi pengunjung yang terpasang di pilar dekat lift. Pengunjung diminta tidak membawa alas kaki maupun tas naik ke atas menara dan menitipkannya di tempat penitipan barang. Namun, banyak juga yang mengabaikan pengumuman tersebut. Area menara yang bisa diakses umum hanya di lantai 19, setara ketinggian berkisar 84 m. Jangan kaget jika lift hanya menunjukkan angka 1-2-9-14-19, nomer lantai lain tidak terdapat ruangan.

Akses Menuju Menara Kembar Masjid Raya Bandung 

Untuk lokasi wisata ini berada di Jl. Asia Afrika, Balonggede, Regol, Kota Bandung, Jawa Barat 40251 Perjalanan di dalam lift berkisar 1 menit saja. Saat lift berhenti di angka 19, pintu akan terbuka dan silakan menikmati pemandangan Kota Bandung dari berbagai sudut. Pengunjung akan melihat penampatan kepadatan permukiman penduduk, jembatan layang Pasupati, kawasan Dago Utara hingga Lembang, termasuk kawasan Pendopo Kota Bandung, Alun-alun Bandung dan ruas Jalan Asia Afrika. Pengunjung juga bisa saling menatap pengunjung lain yang menaiki menara di sisi yang berbeda.

Terlihat pengunjung anak-anak sangat antusias bisa menikmati liburan di lokasi wisata yang tidak biasa. Orangtua bisa mendampingi sekaligus membimbing anak-anak mensyukuri keagungan Allah swt. yang menciptakan Kota Bandung dan keindahan alam sekitarnya. Bahkan, MAW Brouwer, seorang psikolog dan budayawan warga negara Belanda yang lama tinggal di Bandung, menilai Bandung atau dikenal dengan Bumi Pasundan diciptakan ketika Tuhan sedang tersenyum.

Pengunjung bebas berada lama di puncak menara sesuka hati. Namun, biasanya hanya melihat sekeliling dan tak lupa berswafoto untuk mengabadikan suasana lalu para pengunjung bergantian turun. Agar arus pengunjung teratur, saat turun lift akan berhenti di lantai 2 dan pengunjung meneruskan perjalanan turun dengan menggunakan tangga. Sehingga tidak berpapasan dengan mereka yang hendak naik ke menara.

Jaga sikap dan perilaku di Menara Kembar Masjid Raya Bandung 

Pada hari-hari libur lebaran seperti saat ini, pengunjung biasanya membeludak dan yang bisa mencapai 1.000 orang perhari. Karena itu, bersabarlah saat mengantre untuk naik dan manfaatkan momen berada di menara seoptimal mungkin dengan waktu secukupnya. Jangan lupa selalu menjaga kebersihan selama berada di menara.

Saat berkunjung ke masjid, terdapat adab-adab yang harus diperhatikan dan dihormati karena masjid merupakan tempat yang suci. Pengunjung sebaiknya berpakaian yang sopan dan tertutup. Di dalam masjid biasanya ada orang-orang yang mungkin sedang beribadah. Jangan sampai kegiatan wisata masjid mengganggu orang yang sedang menjalani ibadah. Jaga sikap dan perilaku termasuk tidak berkata-kata kasar dan tidak berisik. Saat menikmati pemandangan Kota Bandung lewat Menara Kembar, tak ada salahnya pengunjung memperhatikan waktu salat. Tidak afdol jika berkunjung ke masjid tapi tidak melaksanakan ibadah salat di masjid.

Source Jalan Wisata pikiranrakyat
Comments
Loading...