Wisata Sejarah Gedung Kebangkitan Nasional Jakarta Pusat

0 67

Gedung Kebangkitan Nasional

Bangunan bersejarah ini adalah gedung peninggalan Belanda yang menjadi saksi awal pergerakan modern pemuda Indonesia. Karenanya, gedung eks sekolah kedokteran STOVIA ini diresmikan sebagai Gedung Kebangkitan Nasional oleh Presiden ke-2 RI, Soeharto, pada 20 Mei 1974.

Kompleks gedung ini terdiri dari 2 bagian. Bagian pertama merupakan Museum Kebangkitan Nasional, dengan sejumlah koleksi foto, diorama, maket, lukisan, replika, dan peralatan perang. Ruangan Memorial Boedi Oetomo, perpustakaan, serta ruangan peninggalan STOVIA yang memamerkan berbagai koleksi pendidikan kedokteran, terdapat di bagian lain dari gedung.

Lokasi Gedung Kebangkitan Nasional

Gedung Kebangkitan Nasional beralamat di Jl. Dr. Abdul Rachman Saleh No. 26, Jakpus. Buka setiap hari Selasa-Jumat pada jam 08.30-15.00, dan Sabtu-Minggu pukul 08.00-14.00. Pada hari Senin dan libur nasional, museum ini tidak beroperasi.

Koleksi di Gedung Kebangkitan Nasional

Di dalamnya terdapat beberapa museum yaitu Museum Kesehatan, Museum Pers, Museum Wanita dan Museum Boedi Oetomo. Gedung ini dimanfaatkan pula untuk perkantoran–perkantoran swasta atau yayasan, antara lain oleh kantor Yayasan Pembela Tanah Air (YAPETA), perpustakaan Yayasan Idayu, Yayasan Perintis Kemerdekaan dan Lembaga Perpustakaan Dokumentasi Indonesia.

Guna mengoptimalkan fungsi gedung Kebangkitan Nasional sebagai museum, maka museum-museum yang ada yaitu Museum Boedi Oetomo, Museum Kesehatan, Museum Pers dan Museum Wanita dilebur menjadi Museum Kebangkitan Nasional. Dalam pengembangan selanjutnya kantor-kantor swasta yang terdapat di dalam gedung  dipindah ke luar gedung, dan  ruangan perkantoran yang sudah kosong tersebut dipergunakan untuk pengembangan pameran tetap museum.

Museum ini menyimpan berbagai koleksi perabotan, jam dinding, lampu antik, genta, perlengkapan medis, pakaian, senjata, foto, diorama, lukisan, patung, peta, miniatur dan koleksi lainnya. Di antaranya terdapat miniatur kapal tradisional Bugis pinisi, salinan lukisan tua yang menggambarkan tentara Pangeran Diponegoro yang tengah melakukan latihan perang, serta karya instalasi seukuran manusia sebenarnya yang diletakkan dalam salah satu ruang belajar, memperlihatkan para pelajar STOVIA dengan pakaian semi-tradisional mereka.

Source https://www.traveloka.com https://www.traveloka.com/activities/indonesia/city/central-jakarta-102899
Comments
Loading...