Wisata religi Pura Pulaki di Buleleng, Bali

0 46

Pura Pulaki

Pura Pulaki merupakan salah satu destinasi wiasta religi yang terletak di Desa Banyu Poh Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, sekitar 53 kilometer di sebelah barat kota Singaraja, atau satu jam perjalanan dari kota. Pura ini terletak di sisi kiri jalan raya jurusan Singaraja-Gilimanuk, dan selalu disinggahi  umat Hindu Bali yang melintasi jalan tersebut untuk bersembahyang atau berdo’a. Lokasi pura berada di kaki bukit persis di depan pantai Pulaki.

Lokasi Pura Pulaki memang cukup bedekatan dengan Pura Melanting yakni di pantai utara Pulau Bali. Pura atau Khayangan ini di samping sebagai tempat suci untuk memuliakan dan memuja Hyang Widhi Wasa (Tuhan Yang Maha Esa), pura ini juga sebagai tempat memuliakan dan memuja arwah suci dari Sri Patni Kaniten- salah seorang istri dari Danghyang Nirartha yang diberi gelar “Bhatari Dalem Ketut”. Pembangunan Pura Pulaki ini ada kaitannya dengan perjalanan Danghyang Nirartha seperti halnya Pura Melanting.

Pura Pulaki yang disebut juga sebagai pura pethirtan karena memiliki sumber air suci di bagian atas pura, termasuk salah satu Pura Kahyangan Jagat yang berukuran besar di Kabupaten Buleleng khususnya, juga termasuk salah satu Pura Hindu terbesar di Bali. Arsitektur didominasi oleh warna hitam dan batu putih, seolah-olah beberapa bagian dari Pura tersebut adalah bukit-bukit yang diukir. Seperti halnya pola tata ruang pura di wilayah Bali Utara umumnya, yang dikatakan masih memiliki pengaruh pola tata ruang bangunan candi Jawa Timur masa Majapahit (seperti misalnya pada Candi Panataran), yaitu memiliki pembagian tiga ruang halaman, demikian pula halaman pada Pura Pulaki,  yang dibagi dalam tiga tata ruang, yaitu: ruang Jaba, (bagian terluar), Jaba tengah, dan Jeroan (bagian dalam dan tersakral tempat diletakkannya pelinggih).

Pura Pulaki dipercaya sebagai pura sentral di wilayah Bali utara dalam menjalankan satu prosesi ritual upacara, sembahyang atau berdo’a.  Pura ini adalah sebagai pura tempat berkumpulnya seluruh umat  Hindu Bali untuk bermusyawarah, sebelum mereka berangkat untuk bersembahyang atau berdo’a menuju pura lainnya yang sesuai maksud-tujuannya. Misalnya, mereka yang hendak berdo’a berkaitan dengan usaha, maka mereka akan bersembahyang di Pura Melanting, atau berdo’a dalam kaitannya dengan pengadilan maka mereka akan menuju Pura Kerta Kawat. Akan tetapi, sebelum mereka berangkat sembahyang ke pura-pura tersebut, diwajibkan mengunjungi dulu Pura Pulaki sebagai pura sentral untuk berkumpul dan bermusyawarah.

Selain itu, ada pula prosesi ritual lainnya yang berkaitan dengan pengobatan atau berdo’a untuk sehat atau kesehatan. Setelah dari Pura Pulaki, maka umat ini akan menuju Pura Pemuteran yang memiliki Puser ing Jagat. Hal ini menggambarkan bahwa pura-pura Kahyangan Jagat di Bali Utara tampaknya memiliki hubungan satu dengan lainnya dalamhal proses upacara atau sembahyang.

Source http://sundakecil.blogspot.co.id http://sundakecil.blogspot.co.id/2012/10/pura-pulaki.html
Comments
Loading...