Wisata Religi Pura Kehen Bangli, Bali

0 9

Pura Kehen Bangli

Pura Kehen merupakan salah satu wisata religi yang memiliki keunikan tersendiri. Jika di pura lain pintunya berupa candi bentar (candi terbuka), tak begitu pada Pura Kehen. Pintu masuk Pura Kehen berbentuk candi kurung (candi tertutup). Tak hanya itu keunikan yang dimiliki Pura Kehen Bangli. Terdapat pula sebuah bale kukul pada sebuah dahan pohon beringin. Keunikan ini semakin menjadikan Pura Kehen destinasi wajib ketika berkunjung ke Bali.

 

Lokasi Pura Kehen Bangli

Pura Kehen Bangli ini berlokasi di Desa Cempaga, Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli. Keberadaannya bisa dijangkau dari Ubud kurang lebih selama 40 menit perjalanan.

Keistimewaan Pura Kehen Bangli

Bangunan Pura Kehen Bangli termasuk dalam cagar budaya peninggalan sejarah Bali. Namun kapan tahun berdirinya masih susah ditentukan. Namun ada 3 prasasti yang berhubungan dengan keberadaan Pura Kehen ini. Pada prasasti ke-1 yang berbahasa Bali Kuno tersebut nama “Hyang Karinama” atau “Hyang Api” di Desa Simpat Bunut. Disebutkan pula nama-nama bhiksu namun tidak berangka tahun. Oleh Dr. R. Goris prasasti tersebut masuk dalam golongan yang berangka tahun Isaka sekitar 804 – 836 atau sekitar 882 – 914 Masehi.

Pada prasasti ke-2, hanya tertinggal satu lembar penghabisan yang terdiri dari 10 baris tulisan. Prasasti yang berbahasa Jawa Kuno ini menyebut nama Senapati Kuturan, Sapatha serta nama-nama pegawai kerajaan. Prasasti ini digolongkan berangka tahun Isaka antara 938-971 atau sekitar 1016 – 1049 Masehi. Dalam prasasti ke-3, disebutkan “Hyang Api” menjadi “Hyang Kehen” hingga sekarang dikenal bernama Pura Kehen. Dari asal katanya, “Kehen” berasal dari kata “Keren” yang berarti “api”. Sehingga dari ketiga prasasti tersebut dapat diperkirakan bahwa Pura Kehen berdiri pada sekitar 882 – 914 Masehi atau tahun Isaka 804 – 836.

Pura Kehen ini merupakan tempat pemujaan kepada Hyang Widhi dengan manifestasiNya. Upacara yang dihelat di pura ini berlangsung setiap enam bulan sekali, bertepatan dengan Hari Raya Pagerwesi yaitu setiap Buda Kliwon Wuku Sinta. Namun untuk upacara besar yakni upacara Ngusaba Dewa atau Karya Agung Bhatara Turun Kabeh, dilangsungkan setiap tiga bulan sekali yakni pada Purnama Kalima, Saniscara Pon Wuku Sinta. Selain itu upacara-upacara kecil juga dilakukan di Pura Kehen ini seperti Saraswati, Ulian Sugimanik, Purnama, Tilem, Kajeng Kliwon dan Buda Kliwon.

Source https://www.kintamani.id https://www.kintamani.id/pura-kehen-bangli-wisata-religi-pura-keunikan-dan-nilai-sejarah-tinggi-001352.html
Comments
Loading...