Wisata Religi Pura Candidasa, Karangasem Bali

0 19

Pura Candidasa

Pura Candidasa merupakan salah satu wisata religi yang dibangun pada abad ke-12. Ada “lingga” yang terdapat di dalam candi yang dipercaya sebagai simbol Dewa Siwa. Di tempat suci ini konon bisa mendapatkan penghargaan tertinggi atau “sorga” dengan uttering sepuluh huruf  yang disebut “Dasa Aksara” (Dasa artinya sepuluh) dan tempat untuk meminta anak atau keturunan Cerita lain mengatakan bahwa nama Candidasa diinspirasi oleh sebuah patung dekat lingga. Patung itu adalah patung Dewi Hariti yang dikelilingi oleh 10 anak. Dipercaya bahwa Dewi Hariti memberikan berkah berupa kemakmuran dan kesejahteraan kepada mereka yang bersembahyang disana.

 

Lokasi Pura Candidasa

Pura Candidasa terletak di Banjar Samuh, desa Bugbug, Kabupaten Karangasem, lokasinya di pinggir jalan raya yang menghubungkan dua Kabupaten yaitu Klungkung dan Karangasem. Kalau dari Denpasar sekitar 45 km sebelah kiri jalan, karena letaknya di sebuah ketinggian dan harus melalui beberapa anak tangga, sehingga sepintas dari jalan Raya tidak begitu kelihatan, hanya pintu Gapura menuju pura yang tampak.

Posisi pura sangat strategis kalau dilihat dari segi pariwisata, menghadap ke samudera dan tepat bersebrangan dengan sebuah danau buatan yang terletak di tengah-tengah objek wisata Candi Dasa. Dengan akses ke lokasi Pura yang cukup mudah, baik itu untuk keperluan beribadat ataupun bagi para wisatawan, membuat Pura ini selalu ramai dikunjungi, sehingga Kahyangan ini menjadi terkenal baik di dalam maupun di luar negeri. Orang mulai penasaran dengan ingin mengetahui keberadaan pura ini dengan datang langsung sembahyang, dan ingin mengetahui sejarahnya berikut status dan fungsinya.

Fasilitas di Pura Candidasa

Fasilitas yang tersedia disini antara lain: restoran, hotel-hotel kecil, hotel berbintang, dan fasilitas lain yang diperlukan untuk mendukung industri pariwisata. Candidasa dikenal karena Industri pariwisata bermunculan dengan latar belakang Samudra Hindia. Dari tempat ini kita bisa melihat Pulau Lombok dan Nusa Penida dan cahaya “jukung” yakni perahu tradisional yang bersinar akan selalu membawa Anda untuk datang lagi. Pelinggihan Candi Dasa (Chili Dasa) yaitu Pelinggihan Betrara Surya fungsinya sebagai Hyang Widhi dan Pelinggihan Ida Bagus Besakih fungsinya sebagai tempat untuk memusatkan pikiran serta rasa bakti kita kepada Hyang Widhi.

Source https://indahnarisa.wordpress.com https://indahnarisa.wordpress.com/2015/03/12/sejarah-candidasa/
Comments
Loading...