Wisata Religi Masjid Al-Ijtihaj Lamakera, Pulau Solor

0 12

Masjid Al-Ijtihaj Lamakera, Pulau Solor

Masjid Al-Ijtihaj Lamakera, Pulau Solor merupakan salah satu wisata religi secara administratif desa ini masuk ke dalam Kecamatan Solor Timur, Kabupaten Flores Timur, dan selama berabad abad terkenal sebagai desanya para pemburu ikan paus, sebuah propesi yang benar benar langka dan membutuhkan nyali besar untuk menjalaninya. Lamakera adalah satu dari dua desa di NTT yang penduduknya memiliki propesi tak biasa tersebut, desa lainnya adalah desa yang namanya nyaris sama, yakni Desa Lamalera di Kabupaten Lembata.

Sejak tahun 2015 Lamakera dikembangkan oleh Pemkab Flotim sebagai kawasan pariwisata bahari baru bagi para pecinta dunia laut. Di Lamakera dtemukan sejumlah jenis ikan langka yang hidup diperaian ini sejak berabad abad silam. Beberapa diantara hewan hewan laut itu kini bahkan nyaris punah, diantaranya dalah ikan paus, hiu, lumba lumba dan ikan pari manta atau dalam bahasa setempat disebut ikan Moku.

 

Lamakera merupakan sebuah perkampungan berbasis islam, letaknya yang berada di ujung timur pulau solor menjadikannya sebagai daerah yang cukup strategis karena menjadi tempat pertemuan arus dan mudah menjangkau laut sawu. Orang Lamakera merupakan nelayan ulung yang memulai tradisi perburuan paus biru dengan hanya bermodalkan “gala”(Tombak) dengan bertelanjang dada melesat diatas ganasnya samudera.

Laskar Lamakera nama gelar untuk para penangkap paus desa Lamakera seajak dahulu. Laskar lamakera inilah yang memulai tradisi perburuan paus yang kemudian ditiru desa serumpunnya Lamalera disebelah selatan pulau lomblen (Lembata) yang bermayoritas Katolik dan Kristen protestan. Hanya saja justru desa Lamalera yang di eskpose oleh media massa yang berakibat protes keras dari warga Lamakera.

Dulunya, Desa Lamakera terdiri dari dua dusun, yaitu Dusun Motonwutun di sebelah timur dan Dusun Watobuku di sebelah barat. Seiring meningkatnya jumlah penduduk di kedua dusun tersebut, sekarang statusnya sudah meningkat menjadi desa, yaitu Desa Motonwutun dan Desa Watobuku. Meski sudah terbagi menjadi dua desa, tapi warga kedua desa tersebut tetap menyebut dirinya sebagai Warga Desa Lamakera.

Akses Menuju Masjid Al-Ijtihaj Lamakera

Untuk mencapai Desa Lamakera, memang butuh sedikit perjuangan. Dari kota Larantuka, ibu kota Kabupaten Flores Timur dapat ditempuh dengan perahu (kapal motor) selama sekitar dua jam. Satu-satunya kapal motor yang menuju Lamakera adalah Kapal Motor (KM) Rahmat Solor yang dimiliki oleh Warga Lamakera. Setiap hari kapal ini berangkat dari Pelabuhan Larantuka jam 12.00 siang dan tiba di Desa Lamakera sekitar jam 14.00.

Opsi lainnya untuk menuju ke Lamakera, dari Larantuka Anda bisa naik perahu sampai ke Kota Waiwerang, Pulau Adonara kemudian lanjut naik perahu kecil hingga tiba di Lamakera. (edyra). Sampai saat ini tidak ada hotel ataupun penginapan di Desa Lamakera. Namun, pengunjung bisa menginap di rumah warga yang ramah dan terbuka terhadap para pengunjung desa mereka.

Sebagai sebuah desa dengan penduduk beragama Islam, di Lamakera berdiri sebuah masjid megah bergaya modern dengan nama Masjid Al-Ijtihaj. Sebuah bangunan megah dengan menaranya yang tinggi menjulang telah menjadi landmark Lamakera sejak masjid tersebut berdiri. Bagaimana tidak selain sebagai bangunan termegah di seantero desa, masjid ini juga merupakan bangunan tertinggi sekawasan.

Source http://bujangmasjid.blogspot.com http://bujangmasjid.blogspot.com/2016/11/masjid-al-ijtihaj-lamakera-pulau-solor.html
Comments
Loading...