Wisata Religi Klenteng Tay Kak Sie di Semarang

0 49

Klenteng Tay Kak Sie

Klenteng Tay Kak Sie merupakan salah satu wisata religi yang berada di Semarang Klenteng Tay Kak Sie ini memiliki bangunan yang sangat tua yakni didirikan pada tahun 1746 dan berada di Gang Lombok No. 62 Pecinan Semarang. Awal mulanya Klenteng ini untuk memuja Dewi Kwan Sie Im Po Sat yang merupakan Dewi Welas Asih, namun kemudian berkembang menjadi klenteng yang memuja Dewa Dewa Tao lainnya.

Terbentuknya Klenteng ini mempunyai sejarah yang panjang yakni dimulai ketika orang orang Tionghoa yang datang ke Semarang dan bermukim di daerah Mangkang dari kata Wakang Tjoen yang berarti perahu layar besar. Pada masa pemerintahan Kolonial Belanda di Batavia terjadi pemberontakan orang orang Tionghoa terhadap pemerintahan Kolonial Belanda. Untuk menghindari dan mencegah pemberontakan meluas ke Semarang maka pemerintah Hindia Belanda melokalisir pemukiman orang orang Tionghoa ke daerah Kali Semarang agar mudah dalam pemantauan. Lokasi ini kemudian dikenal dengan nama Pecinan Semarang.

Dengan dilokalisirnya tempat pemukiman tersebut para Tionghoa menjadi kesulitan dalam menjalankan ibadahnya untuk sembahyang sehari-hari. Untuk memperingati kedatangan Laksamana Cheng Ho tokoh yang sangat dihormati, warga Tionghoa pun harus bersusah payah pergi ke Klenteng Sam Poo Kong (klenteng Gedung Batu), Simongan. Jauhnya Jarak yang harus ditempuh serta kondisi keamanan kota semarang yang masih berpusat di kawasan kota lama Semarang membuat mereka berkeinginan membuat tempat ibadah disekitar pemukiman.

Dengan prakarsa oleh seorang saudagar bernama Khouw Ping (Xu Peng) pada tahun 1724 didirikanlah sebuah tempat pemujaan yang diberi nama Kwan Im Ting. Tempat ini lambat laun menjadi pusat keramaian bahkan sekelilingnya berubah menjadi semakin padat. Setiap tanggal 1 (jet it) dan 15 (Cap Go) penanggalan Imlek selalu ramai dikunjungi masyarakat Tionghoa. Pada tahun 1753 terjadi peristiwa bentrokan dihalaman Kwan Im Ting  antar kelompok penjudi yang sedang mabuk. Hal tersebut memunculkan pemikiran untuk memindahkan tempat ibadah ini ke lokasi  yang lebih luas dan aman. Akhirnya pada tahun 1771 atas petunjuk ahli Fengshui yang dipimpin oleh Khouw Ping dan beberapa saudagar memilih sebuah tempat di pinggir kali Semarang yang saat itu masih berupa kebun lombok.

Secara gotong royong mereka membangun klenteng tersebut. Patung para dewa dan dewi didatangkan langsung dari negeri Cina. Setahun kemudian yakni tahun 1772 bangunan itu sudah berdiri dengan megah dan diberi nama Tay Kak Sie yang berarti Kuil Kesadaran. Prosesi pemindahan patung dan abu dupa Kwan Im Poo Sat  (Dewi Welas Asih  Avalokiteswara) diadakan dengan upacara sembahyangan secara besar–besaran dengan menampilkan wayang potehi dari batavia selama 2 bulan penuh. Ini merupakan kali pertama masyarakat semarang mengenal wayang potehi. Nah, Karena klenteng Tay Kak Sie berdiri diatas kebun lombok maka tempat ini juga dikenal dengan Klenteng Gang Lombok.

Source http://yogyakarta.panduanwisata.id http://yogyakarta.panduanwisata.id/wisata-religi/klenteng-tay-kak-sie-kebun-lombok-yang-penuh-kasih/
Comments
Loading...