Wisata Religi Gereja Santo Fransiskus Asisi di Kota Singkawang

0 18

Gereja Santo Fransiskus Asisi Singkawang

Gereja Santo Fransiskus Asisi Singkawang tidak dapat dilepaskan dari sejarah paroki di Kalimantan Barat. Gereja Santo Fransiskus Asisi merupakan paroki Gereja Katolik Roma di Keuskupan Agung Pontianak. Gereja ini terletak di Kelurahan Pasiran, Kecamatan Singkawang Barat.  Pada mulanya, paroki Singkawang adalah stasi pertama di Pulau Kalimantan yang didirikan tahun 1885.

  

Gereja diperkirakan berdiri di tahun-tahun tersebut. Pater Staal SJ merupakan pastor paroki pertama. Saat itu, Singkawang merupakan daerah turne pastor dari Jakarta. Menurut catatan paroki, di tahun 1873, telah ada umat yang dipermandikan oleh pastor J. de Vries. Sesudah Pater de Vries dan Pater Staal SJ. ditarik ke Jawa, misi di Kalimantan tetap berjalan meski tanpa pastor. Kondisi ini berlangsung dari tahun 1897 sampai tahun 1905.

Pimpinan misi Yesuit lantas berusaha mencari ordo lain yang bersedia untuk mengurus misi di Kalimantan. Pada tanggal 11 Februari 1905, Kongregasi Penyebaran Iman di Roma mendirikan Prefektur Apostolik Kalimantan yang meliputi seluruh pulau Kalimantan. Singkawang dijadikan sebagai pusat. Prefektur baru itu dipercayakan kepada Ordo Kapusin. Kemudian Pimpinan Ordo menugaskan kepada Kapusin-Kapusin Negeri Belanda untuk mengurus misi itu.

Tanggal 10 April Pater Pacifikus Bos diangkat sebagai Prefek Apostolik. Pada tanggal 30 November 1905 Pater Prefek Pacifickus bersama tiga pastor dan dua bruder menjejakkan kakinya pertama kali di Singkawang.Mereka menemukan gedung gereja St. Fransiskus Asisi dan sebuah rumah pastor yang sederhana. UmatKhatolik yang terdiri dari orang-orang Tionghoa perantau, sekitar 15 orang, menyambut mereka.

Pada akhir tahun 1906, empat orang pastor, dua orang bruder dan lima orang suster Fransiskanes dari Konggregasi Veghel turut bergabung di Singkawang.Awal 1907, para pastor yang ada disebar untuk membukat stasi diKalimantan Timur, atau bertugas di Pemangkat.  Pada awal tahun 1909, stasi di Pontianak dibuka. Oleh Mgr. Pacifikus Bos, OFM Cap, Prefek Apostolik Kalimantan ketika itu, pusat kegiatan misi dipindahkan dari Singkawang ke Pontianak.

Meski begitu,Singkawang, hingga saat ini, tetap menjadi sebuah paroki yang cukup besar di wilayah Keuskupan Agung Pontianak.  Cara yang dipakai oleh para misionaris di Singkawang tidak banyak perbedaan dari pada yang diterapkan di daerah-daerah misi pada umumnya masa itu. Mereka membangun sekolah dengan harapan anak-anakdikemudian hari dapat dipermandikan. Para Pastor, Bruder dan Suster menjadi pengajar karena guru-guru belum ada pada waktu itu.

Kebun-kebun karet dan kelapa di sekitar Singkawang dibeli sebagai sumberpenopang finansial misi. Tahun 1918, rumah sakit didirikan berkat bantuan subsidi pemerintah. Tahun 1925, rumah sakit kusta dibangun pula.  Tahun 1937, biara untuk para suster dibangun. Letaknya bersebelahan dengan gedung gereja. Para suster Klaris Kapusines yang tinggal di dalamnya, hidup hanya untuk berdoa siang dan malam.

Source http://www.singkawang.vacations http://www.singkawang.vacations/2018/01/gerejakatoliksantofransiskusasisi.html
Comments
Loading...