Wisata Religi Gereja Katolik Inkulturatif Karo

0 8

Gereja Katolik Inkulturatif

Berbicara tentang wisata religi nasrani, tak lengkap rasanya bila tidak membahas keberadaan Gereja St Fransiskus Asisi Berastagi yang berada di Kabupaten Karo. Gereja inkulturatif ini benar-benar mengagumkan, arsitektur dan pola bangunanannya akan membuat anda terpana.  Didirikan dengan arsitektural budaya asli Karo, gereja paroki inkulturatif ini berada tepat di tepi jalan besar (raya) lintas Karo – Medan tepatnya di jalan Letjen Djamin Gintings, sehingga bila anda melintas, anda tentu akan melihat kemegahannya. Terdiri atas dua bangunan terpisah, yakni gereja inti yang memiliki lebar bangunannya mencapai 24 meter, memiliki panjang sekitar 32 meter dan tinggi 35 meter sedangkan bangunan lainnya berupa pendopo, diberi nama geriten. Nah bangunan yang satu ini biasanya digunakan oleh kawula muda untuk kepentingan gereja.

Pembangunan gereja St Fransiskus Asisi Berastagi juga disertai dengan tahapan-tahapan yang biasanya dapat kita temukan di tengah-tengah etnis Karo yang tengah mendirikan suatu bangunan dengan kata lain. Gereja ini telah tersentuh kebudayaan tradisional karo sejak awal tahap pembangunan. Pembangunan Gereja Katolik Inkulturatif Karo menghabiskan biaya sebesar 1.868.302.224 dan diresmikan pada 20 Februari 2005 bertepatan dengan misa agung oleh Mr Pius Dabtubara. Dengan peresmian gereja ini, maka paus mengumumkan bahwa di tanah Karo telah berdiri sebuah paroki baru. Salah satu daya tarik dari gereja ini adalah ornamen yang menghiasi setiap inci bangunan benar-benar memuat kebudayaan Karo. Bentuk bangunannya juga tak jauh berbeda dengan rumah adat yang biasa anda temui di Tanah Karo. Bagi anda yang ingin berkunjung dapat datang di setiap hari atau sekaligus juga untuk beribadah.

Source https://www.pariwisatasumut.net https://www.pariwisatasumut.net/2016/01/mengintip-wisata-religi-gereja-katolik.html
Comments
Loading...