Wisata Religi Api Tak Kunjung Padam di Mojokerto

0 170

Api Tak Kunjung Padam

Api Tak Kunjung Padam merupakan salah satu nama dari api yang tidak pernah padam. Selain di Daerah Mojokerto, Api Tak Kunjung Padam ini adalah salah satu tempat Wisata Religi Api Abadi juga dapat ditemukan di daerah Pemekasan, Madura, tepatnya di Desa Larangan Tokol, Kecamatan Tlanakan. Keberadaan api abadi ini tidak terlepas dari cerita ajaib dari legenda yang berkembang di masyarakat setempat.

Menurut ceritanya, dulu ada seseorang yang bernama Kiai Moko, seorang yang sakti dan ternama di Madura. Nama Moko sendiri merupakan nama julukan karena sebenarnya beliau bernama Hadagi. Lantaran kepandaian dan jasanya menyebarkan agama islam di daerah itu lah dia mendapatkan julukan Ki Moko.

Alkisah, Ki Moko ingin mempersunting seorang putri dari Palembang dengan mas kawinnya yang berupa mata ikan lele yang ia tangkap dari sungai. Kemudian mata ikan itu dibawa untuk dipersembahkan kepada calon mempelainya sabagai mas kawin. Tapi, entah kenapa peristiwa ajaib terjadi secara mata ikan itu berubah menjadi sebuah mutiara.

Beruntunglah sang mempelai mendapat hadiah mutiara dari calon suaminya. Kemudian pernikahan pun dilangsungkan di bawah pohon. Keadaan waktu itu sangat gelap dan untuk menerangkan tempat perniakahannya, Ki Moko lalu menancapkan tongkat yang ada di tangannya ke tanah, lalu muncullah api dari bekas tancapan tongkatnya tadi. Dan titik api itulah yang sampai sekarang masih terus menyala dan dinamakan api tak kunjung padam.

Api Abadi Pemekasan ini merupakan sumber api yang menyala tanpa henti dan tak padam meski turun hujan. Walapun bisa padam jikalau hujannya berupa badai atau hujan besar, namun akan kembali menyala kembali setelah reda. Tidak sedikit pengunjung dan masyarakat sekitar yang memanfaatkan api yang berada di dalam pagar itu untuk kebutuhan sehari-hari seperti untuk membakar ayam, memasak air, membakar jagung.

Source http://wisataohhwisata.blogspot.co.id http://wisataohhwisata.blogspot.co.id/2012/09/mari-berwisata-melihat-api-abadi_27.html
Comments
Loading...