Wisata Ikan Larangan Syekh Lubuak Landua di Pasaman Barat

0 8

Wisata Ikan Larangan Syekh Lubuak Landua

Wisata Ikan Larangan Syekh Lubuak Landua, Wisata di sini hanyalah sebatas bermain air atau mandi di sungai sambil ditemani ikan. Kita bisa juga memberikan makan kepada ikan dengan menggunakan daun singkong atau pelet. Bagi teman-teman yang tidak bawa bisa membeli kepada pedagang yang ada di sekitar wilayah tersebut. Tidak perlu takut tertipu atau merasa mahal karena harga yang mereka jual sama dengan harga di tempat lain. Untuk mendapatkan 1 ikat daun singkong saya hanya perlu merogoh kocek Rp 1.000,- saja.

 

Lokasi wisata Ikan Larangan Syekh Lubuak Landua ini terletak di wilayah Pasaman 5. Dari tempat penginapan saya yang terletak di Pasaman 3 hanya membutuhkan waktu sekitar 10-15 menit saja. Saran saya bagi teman-teman yang ke sini terutama di hari libur lebih baik menggunakan sepedar motor. Karena tempat parkirnya cukup kecil dan jalannya hanya muat untuk 1 mobil saja. Menurut warga sekitar jika dalam kondisi ramai pengunjung bisa menitipkan mobil di rumah warga.

Ikan di Lokasi Larangan itu Seperti Apa?

Secara sekilas saya melihat ada beberapa ikan yang berbentuk seperti ikan mas, tetapi banyak juga ikan yang saya baru pertama kali melihatnya di tempat ini. Walau ada beberapa jenis ikan namun warnanya sama semua yaitu hitam pucat atau abu-abu pekat yang membuat kita sulit untuk mengabadikan momen. Namun satu hal yang pasti ikan ini ukurannya besar-besar. Saya coba mengabadikan momen di sana dengan kamera saya dan hasilnya agak cukup lumayan. Bagi teman-teman yang sedang tidak dalam mode hemat kuota silahkan untuk melihat video di bawah ini agar lebih jelas mengetahui kondisi sebenarnya di lokasi Wisata Ikan Larangan Syekh Lubuak Landua.

Aturan Wisata Ikan Larangan

Kita tahu seluruh tempat pasti memiliki aturannya masing-masing bahkan ada juga aturan yang dibuat menjadi sebuah budaya. Begitu juga di Wisata Ikan Larangan Syekh Lubuak Landua ini, terdapat aturan yang erat dengan unsur adat, sejarah, dan agama warga sekitar sini .

Larangannya yaitu dilarang menangkap ikan di wilayah ini. Ikan di sini awalnya merupakan peliharaan sesepuh (saya tidak tahu menyebutnya dengan apa) yang mendirikan wilayah ini. Oh yaa info dari saudara saya pernah ada yang orang dalam keadaan mabuk menangkap ini. Ketika diketahui oleh warga langsung orang tersebut “dihakimi” oleh warga sekitar yang menjaga wilayah ini.

Sebenarnya pengunjung tidak 100% juga dilarang menangkap ikan, karena sebenarnya diperboleh juga menangkap ikan tetapi dengan beberapa syarat khusus. Syarat pertama adalah harinya telah ditentukan, ada hari dimana ikan-ikan di wilayah selain di depan musholla diperbolehkan ditangkap. Untuk hari yang ditentukannya itu tergantung, bisa 1 tahun 1x atau bahkan sampai 3 tahun 1x.

Tentu bukan tanpa alasan warga sekitar menjaga lokasi Wisata Ikan Larangan Syekh Lubuak Landua ini. Aturan yang ada sejak jaman dahulu ini dibuat agar ekosistem sungai terjaga dengan baik. Selain itu aturan ini juga dibuat untuk melatih nafsu manusia. Bagaimana tidak? Jika anda seorang pemancing melihat ikan yang ukurannya besar berenang bebas di sungai apakah anda akan membiarkannya? Tentu akan ditangkap dan disantap bukan?.

Aroma “Lain” di Wisata Ikan Larangan

Saya tidak berani menyebut hal mistis karena takutnya ada yang tersinggung karena saya salah memilih diksi. Menurut informasi yang saya dapat banyak orang ke sini ingin mengharapkan sesuatu selain sekedar wisata. Salah satu contoh yang telah terjadi adalah pada saudara saya sendiri yang memiliki anak kecil. Sebelum pergi ke sini anaknya rewel sekali dan susah diatur, tetapi setelah mandi di tempat ini dalam waktu 1 hari anak tersebut tidak rewel lagi. Hasilnya juga permanen, sampai tulisan ini dibuat anak tersebut tidak rewel seperti sebelumnya bahkan jadi anak yang menyenangkan.

Source https://www.ariyolo.id https://www.ariyolo.id/2018/04/wisata-ikan-larangan-syekh-lubuak-landua.html
Comments
Loading...