Wisata Curug Cilontar, Surga Tersembunyi di Kota Bogor Jawa Barat

0 367

Curug Cilontar

Curug Cilontar merupakan salah satu wisata air terjun yang berada di Bogor, Air terjun ini bagian dari sungai Cianten yang berasal dari Pegunungan Halimun-Salak. Sungai ini akan bersatu dengan cabang aliran sungai Cikaniki dan bersatu dengan aliran sungai besar Cisadane, yang terkenal setiap bulan Januari-Februari setiap tahunnya karena dimonitor status ketinggian airnya melalui pintu air Cisadane karena menyebabkan banjir di daerah Tangerang. Curug Cilontar berada di  Karyasari, Leuwiliang, Bogor, Jawa Barat 16640.

Air terjun dengan ketinggian 35 meter ini selalu dialiri debit air yang cukup deras sepanjang tahun, sehingga sungai pembentuk air terjun ini digunakan untuk sumber pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Kracak sejak Zaman Penjajahan Belanda sekitar tahun 1926. Jika dilihat dari foto udara/satelit, dua pipa besar berwarna kuning akan terlihat tergeletak memanjang di sekitar daerah ini menuju Gunung Bubut, bendungan yang digunakan untuk PLTA tersebut.

Keindahan Curug Cilontar 

Air terjun yang indah ini sayangnya sangat berbahaya jika digunakan untuk berenang. Air terjun ini jatuh ke kubangan luas, yang luasnya kira-kira 7,000 meter persegi dan memiliki kedalaman yang konon mencapai lebih dari 26 meter. Kubangan ini sudah menelan banyak korban pengunjung yang nekat berenang di dalamnya. Bahaya lainnya adalah banjir bandang yang dalam Bahasa Sunda disebut “Caah”.

Air terjun yang cukup jernih sehingga berwarna hijau-biru tosca ini secara tiba-tiba akan berwarna coklat gelap karena adanya lumpur yang terbawa debit air yang jauh lebih besar dari normalnya. Pijakan-pijakan batu sungai di sekitar air terjun akan tenggelam dan pengunjung yang kurang waspada bisa tersapu arus banjir tersebut. Banjir bandang ini disebabkan oleh kenaikan debit air di daerah hulu (Pegunungan Halimun-Salak) akibat hujan. Oleh karena itu, meskipun cuaca di sekitar air terjun sedang cerah, namun jika di daerah hulu terlihat mendung, sebaiknya segera kembali ke tepian dan kembali ke perkampungan di atasnya.

Akses Menuju Curug Cilontar 

Akses menuju Curug Cilontar jika menggunakan mobil pribadi, dari pintu tol Bogor menuju arah Kampus IPB Dramaga, lalu ke arah Leuwiliang. Sekitar 500 meter setelah jembatan besar Sungai Cianten di Leuwiliang, belok kiri dan ikuti jalan utama pedesaan menuju daerah Curug. Mobil bisa diparkir di sekitar pangkalan “mobil odong-odong” Curug. Jika menggunakan GPS, koordinat Curug Lontar adalah 06°38’13” LS dan 106°38’18” BT. Jika menggunakan kendaraan umum, dari Stasiun Bogor, naik angkot 02/03 hijau ke Terminal Bubulak/Laladon, dilanjutkan naik angkot 05 biru Jurusan Leuwiliang/Jasinga, turun di pertigaan Kracak, lalu dilanjutkan naik mobil Odong-Odong jurusan Puraseda.

Turun di pangkalan desa Curug. Dari jalan desa, cukup bertanya pada penduduk sekitar jalan masuk ke arah Curug Cilontar, umumnya merupakan jalan pekarangan belakang rumah warga. Jalan turunan berupa tanah yang sangat licin bila turun hujan dan rawan longsor. Jarak jalan tanah menuju curug hanya sekitar 200 meter, namun kemiringan jalannya cukup menyulitkan. Sebaiknya membawa bekal makanan ringan dan air minum dari jalan desa karena tidak ada penjual makanan/minuman di sekitar air terjun. Di musim kemarau, kawanan monyet abu-abu dari hutan sekitar akan banyak berada di sekitar Curug Lontar. Jadi, jika sedang berkunjung ke daerah wisata Perkebunan teh Cianten, jangan lupa menepi sebentar untuk menikmati keindahan Curug Lontar/Cilontar.

Source wisata wisata air terjun
Comments
Loading...