Wisata Budaya Suku Dayak Tomun di Kalimantan Tengah

0 85

Wisata Budaya Suku Dayak Tomun

Suku Dayak Tomun di Desa Lopus hidup dengan aturan adat yang kuat. Harmoni antara suku dayak dan alam dapat dilihat di sana Desa Lopus terletak di Kecamatan Delang, Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah. Akses menuju Desa Lopus cukup mudah. Dari Jakarta traveler dapat menggunakan transportasi pesawat atau kapal laut menuju Pangkalan Bun.

    Dari Pangkalan Bun dilanjutkan dengan perjalanan darat menuju Kecematan Delang menggunakan bus umum sekitar 4 jam perjalanan dan berhenti tepat di Desa Lopus yang sudah dilalui jalan aspal trans Kalimantan. Masyarakat desa Lopus yang sebagian besa dari Suku Dayak Tomun sangat ramah. Keramahan itu salah satunya dibuktikan dengan disediakannya rumah singgah (guest house) bagi treveler dengan biaya yang sangat murah.

Traveler yang mengunjungi Desa Lopus dapat memilih aktivitas sesuai minatnya masing-masing.  Sebelum beraktivitas di Desa Lopus, biasanya tetua adat akan melakukan ritual sederhana bagi traveler. Ritual tersebut biasanya dengan pemakaian tali di lengan traveler yang dikenal dengan nama ikat tongang. Ikat atau gelang ini dipercaya sebagai pelindung dari mara bahaya yang dapat menimpa traveler.

Sungai Delang yang melintasi desa Lopus menjadi salah satu obyek wisata tersendiri. Suku Dayak Tomun di desa Lopus mahir menvari ikan dengan menyelam dan menggunakan tombak. Sungai Delang yang jernih ini mendukung aktivitas pencarian ikan sebagai aktraksi budaya yang punya nilai tersendiri.

Beberapa masyarakat Suku Dayak Tomun di Desa Lopus adalah perajin mandau, senjata khas suku Dayak. Jika beruntung maka treveler dapat menyaksikan bagaimana para perajin mandau membuat senjata ini dengan cita rasa seni yang tinggi.

Jika traveler tertarik dengan senjata sumpit, masyarakat dengan senang hati bisa mengajarkan traveler menggunakan senjata tersebut. Kegiatan menyumpit sudah mulai dikembangkan menjadi olah raga prestasi di Kalimantan Tengah. Tentu saja butuh konsentrasi dan teknik khusus untuk menggunakan senjata sumpit.

Ibu-ibu dan remaja putri Suku Dayak Tomun tidak kalah kreatif dengan kaum prianya. Mereka terampil membuat perabotan dari anyaman rotan dan kulit kayu.  Perabotan rumah tangga dan tas bisa dibuat dari anyaman rotan dan kulit kayu yang bahannya tersedia di hutan. Di desa Lopus, traveler tidak sekedar meliha, namun akan diajari cara menganyam hingga menjadi benda yang berguna.

Bagi yang suka dengan jelajah hutan, traveler dapat melintasi hutan yang berada di wilayah desa Lopus. Hutan di desa Lopus masih terjaga keasriannya.  Beberapa hewan seperti rusa, beruang, monyet, landak, macan dahan, dan binatang khas kalimantan lainnya masih mudah ditemui. Sepanjang perjalanan di hutan akan terdengar suara-suara hewan liar yang seolah menjadi orkestra pengiring perjalanan.

Sumber air tersedia melimpah di hutan desa Lopus. Air yang mengalir sangat jernih menggoda traveler untuk menengguknya langsung dari alam. Aliran sungai yang jernih ini menjadi hulu sungai yang mengalir di daerah Jelai Hulu Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat. Di tengah hutan desa Lopus terdapat air terjun yang sangat indah dengan ketinggian sekitar 30 meter.

Air terjun yang dikenal dengan nama Silingan Garung tersebut dapat ditempuh dengan perjalanan 15 km dari desa Lopus.  Tentu saja jalan yang digunakan untuk menuju air terjun bukan jalan raya atau jalan beton, namun jalan setapak yang kadang hilang karena jarang dilewati.

Sepanjang jalan menuju Silingan Garung traveler akan menikmati medan yang cukup menantang. Sepertiga perjalanan pertama akan melewati hutan bambu, lalu dilanjutkan dengan hutan tropis dengan pohon-pohon yang cukup besar seperti pohon ulin (Eusideroxylon zwageri) dan bangkirai (Shorea laevifolia) yang kayunya mempunyai nilai jual sangat tinggi.

 Hutan di Desa Lopus menyediakan tanaman buah yang melimpah seperti durian. Traveler yang ingin menikmati durian hutan sepuasnya silakan datang pada saat musim durian yang biasanya pada bulan Februari dan Maret. Selain durian, di hutan desa Lopus menghasilkan jengkol yang ternyata mempunyai nilai ekonomi yang cukp tinggi bagi penduduk.

Kekayaan alam dan budaya Suku Dayak Tomun di desa Lopus Kecamatan Delang Kabupatan Lamandau Kalimantan Tengah patut dijaga.  Masyarakat yang hidup harmonis dengan alam (sungai, hutan, dan habitatnya) tidak perlu diusik dengan investasi industri. Kekayaan alam dan budaya ini akan menjadi modal yang dapat diturunkan bagi anak cucu.

Source https://travel.detihttps://travel.detik.comk.com https://travel.detik.com/dtravelers_stories/u-3296112/wisata-budaya-suku-dayak-tomun-di-kalimantan-tengah
Comments
Loading...