Wisata Budaya Desa Miau Baru

0 30

Desa Miau Baru

Sebaran utama penduduk terletak di Kampung Induk yang dahulunya biasa disebut Long Kejiak oleh masyarakat Suku Datak Wehea. Mata pencaharian utama masyarakat Desa Miau Baru adalah petani yang rata-rata melakukan pengolahan lahan kering (ladang). Sejak tahun 2012, masyarakat desa mengembangkan komoditas kelapa sawit, baik secara mandiri maupun bermitra dengan perusahaan sekitar.

Saat ini, sarana dan prasarana pendukung di Desa Miau Baru cukup lengkap, baik pada bidang kesehatan (UPT. Puskesmas Kombeng), Pendidikan (TK, SD, SMP, SMA), maupun sosial (Rumah Ibadah: Gereja, Masjid), balai adat, dan lain-lain. Sebagai sebuah desa dengan  mayoritas penduduk lokal, kehidupan sosial masyarakat juga masih kental dalam balutan budaya lokal. Hal tersebut tercermin dari kehidupan keseharian mereka.

 

Terdapat ragam keunikan yang dapat dijumpai di Desa Miau Baru. Ketahanan budaya masyarakat juga masih terjaga. Pengunjung dapat menemukan beberapa hal unik, antara lain: Gerbang Desa Lekan Maran yang terbuat dari bahan kayu ulin berukir nan kokoh, lumbung padi (lepo parai) yang sangat kaya nuansa ukiran khas Suku Dayak Kayan serta miniatur Lamin Adat yang terletak persis di sebelah Lepo Parai. Selain itu, Lamin Adat yang penuh corak dan warna serta ukiran khas Dayan Kayan, menjadi ciri utama kekhasan budaya setempat.

Di Desa Miau Baru juga terdapat sebuah kompleks pemakaman unik yang kaya akan ukiran motif Dayak Kayan. Keberadaan situs ini juga menciptakan ciri yang hanya dapat ditemukan di desa Miau Baru Kecamatan Kombeng. Disamping menikmati beragam keunikan seni rupa, Desa Miau Baru juga kaya akan pesona tari. Buktinya, setiap hari minggu (Pukul: 15:00-17:00 Wita), digelar pentas seni tari yang menampilkan eksotisme seni tari Suku Dayak Kayan dan ditarikan oleh para penari dari berbagai Sanggar Tari Desa Miau Baru.

Dengan harga tiket masuk (HTM) yang relatif terjangkau, para pengunjung dapat menyaksikan ragam tari yang ditampilkan penari beragam usia. Mulai dari anak-anak, remaja, bahkan dewasa, dan semuanya 100 persen dalam balutan pakaian khas Suku Dayak Kayan. Tiket masuk tidaklah sepadan jika dibandingkan upaya mereka untuk tetap menjaga kelestarian budaya.

Jadi, bagi para penikmat seni budaya yang respect dengan upaya pengembangan budaya lokal, selayaknya untuk dapat memberikan penghargaan lebih dengan donasi, karena semuanya akan digunakan kembali untuk pelestarian budaya yang kaya dengan kearifan. Kunjungan ke Desa Miau Baru barangkali belum lengkap tanpa menghadiri Festival Seni dan Budaya yang digelar setiap akhir tahun hingga awal tahun.

Disana akan ditemukan sebuah kemeriahan dan kegembiaraan luar biasa khas masyarakat Suku Dayak Kayan, yang bertepatan dengan perayaan Natal dan Tahun Baru. Festival itu akan menampilkan puluhan jenis tari-tarian selain dari berbagai sanggar seni tari. Termasuk perwakilan warga dari setiap rukun tetangga yang ada. Siapkan waktu dan energi lebih, karena setiap malam, atraksi seni budaya berlangsung terus menerus hingga awal tahun.

Selain ragam seni tari, lomba perahu naga, lomba menyumpit, dan beberapa permainan tradisional lainnya menjadi tontonan menarik yang layak ditunggu oleh pengunjung dan tentunya dengan puncak acara yang jatuh tepat pada awal tahun. Di sana pengungjung akan dihipnotis oleh kekayaan khasanah budaya Suku Dayak Kayan dalam pawai budaya bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Desa Miau Baru. Tunggu apalagi ? segera masukkan Desa Miau Baru dalam kalender petualangan wisata anda berikutnya.

Source https://dinaspariwisata.kutaitimurkab.go.id https://dinaspariwisata.kutaitimurkab.go.id/destination/4-wisata-budaya-desa-miau-baru
Comments
Loading...