Tracking Mangrove Pulau Bungkutoko

0 71

Tracking Mangrove Pulau Bungkutoko

Trancking Mangrove atau hutan mangrove (bakau) kini menjadi daya tarik tempat wisata alam masyarakat kota kendari dan sekitarnya. Tracking mangrove berada di Kelurahan Lahundape Kec. Kendari Barat dan Pulau Bungkutoko, Kelurahan Bungkutoko Kecamatan Abeli. Pemerintah Kota Kendari menetapkan kawasan tersebut sebagai objek wisata dan pusat penelitian.

Diresmikan 28 Januari 2016 yang lalu ekowisata Mangrove ini diberi nama Tracking Mangrove Bungkutoko. Tempat wisata ini telah ramai dikunjungi bahkan dalam masa pembangunannya dan semakin menarik dengan dekorasi cat berwarna-warni Tracking mangrove Bungkutoko memiliki panjang sekitar 500 meter dengan track yang memutar lengkap dengan pintu masuk, serta beberapa fasilitas penunjang diantaranya area parkir kendaraan sejumlah gazebo, toilet, pos jaga dan menara pantau.

Jarak yang ditempuh menuju Tracking Mangrove bungkutoko sekitar 30 menit, dengan jarak 16 km dari MTQ Kendari. Tracking Mangrove Pulau Bungkutoko ini bisa ditempuh dalam waktu 30 menit (jika berangkat dari kawasan MTQ) dengan kendaraan roda 2 ataupun roda 4, tanpa harus menyebrang lagi dengan menggunakan perahu.

Selain letaknya yang tidak jauh dari pusat kota, ekowisata seluas 1,5 Ha ini juga adalah wisata yang murah meriah, karena hanya dikenakan Rp. 2.000 untuk biaya masuk dan Rp. 50.000 jika ingin menyewa gazebo yang tersebar di beberapa spot tracking. Untuk biaya parkir standarlah ya.. Rp. 2.000 untuk motor dan Rp.5.000 untuk mobil.

Keberadaan hutan semakin rusak karena manusia ti­dak menghormati bahkan merusak. Kondisi hutan Indonesia semakin kritis karena pembalakan. Maka dari itu perlu segera “dibangun” kembali hutan-hutan baru untuk paru-paru kota. Inilah salah satu tujuan pemba­ngunan tracking Mangrove Bung­kutoko.

Beberapa tips untuk Anda yang ingin mengunjungi tempat ini:

1. Tidak ada kendaraan umum jadi bawalah kendaraan pribadi atau kendaraan yang sudah disewa di pusat kota.
2. Papan penunjuk tempat wisata belum begitu jelas, maka jangan malu bertanya kepada warga sekitar.
3. Pilihan menu makanan yang dijual tidak banyak, jadi fokuslah pada wisata alamnya saja.
4. Pakai alas kaki yang nyaman karena akan berjalan jauh dan untuk menghindari kecelakaan saat berjalan (mis: high heels tersangkut diantara papan jembatan).
5. Patuhi segala peraturan yang dibuat oleh pengelola.

Source https://wisatasulawesitenggara.wordpress.com https://wisatasulawesitenggara.wordpress.com/2017/12/10/tracking-mangrove-pulau-bungkutoko/
Comments
Loading...