Tempat Wisata Sejarah Makam Pangeran Puger Kudus Jateng

0 295

Makam Pangeran Puger 

Pangeran Puger adalah Raja ketiga Kasunanan Kartasura yang setelah naik takhta bergelar Sri Susuhunan Pakubuwana I. Ia memerintah pada tahun 1704 – 1719. Naskah-naskah babad pada umumnya mengisahkan tokoh ini sebagai raja agung yang bijaksana.

Sejarah Makam Pangeran Puger 

Nama asli pangeran Puger adalah Raden Kunawi dari Mataram. pangeran puger pernah menjadi senopati di kerajaan demak saat terjadi perang saudara merebutkan kekuasaan. karena rekayasa singopadon (makamnya di desa singocandi kudus) ia dipenjara di Demak. Setelah keluar dari penjara pangeran Puger mulai berguru pada Sunan Kudus, namun rasa bencinya kepada Singopadon tetap terpendam. Semasa hidupnya ia dikenal sebagai mubaligh, dermawan dan sosiawan. Untuk mengenang jasa beliau, maka setahun sekali pada tanggal 17 asyruro diadakan upacara khoul/buka luwur pangeran Puger.

Makam Pangeran Puger berdampingan dengan makam istrinya dan berada di dalam satu bangunan cungkupDalam cungkup di kelilingi kelambu (luwur) warna hijau. Pada hari sabtu pahing 4-1-1992 diadakan pemugaran dan telah diresmikan oleh bupati kudus H. Soedarsono. Pangeran Puger dikenal sebagai salah satu penyebar Islam di desa Demaan Kota Kudus. Ada banyak versi sejarah mengenai riwayat beliau, yang dimakamkan di desa Demaan Kota Kudus. Dalam Sedjarah Dalem mengatakan bahwa beliau merupakan putera kedua Panembahan Senopati, Raja pertama Mataram Islam. Nama kecilnya adalah R.M. Kejuron. Akan tetapi, karena Pangeran Puger lahir dari seorang selir bernama Nyai Adisara, tahta kerajaan jatuh kepada adiknya, Panembahan Sedo Ing Krapyak. Beliau merupakan putera kesepuluh Panembahan Senopati, yang lahir dari Permaisuri.

Lokasi Makam Pangeran Puger

Makan Sunan Puger terletak di jalan pangeran puger Desa Demaan Kecamatan Kota Kudus. Ukuran panjang makam 265 cm, lebar makamnya 110 cm, tingginya 100 cm, sedangkan luas bangunanya 134,56 m2 dan luas tanah 512,96 m2. Untuk nisannya dari kayu jati dengan tebal 12 cm, lebar 35 cm, dan tingginya 40 cm. Bahannya dari kramik dan nisannya kayu jati kuno. Menurut tulisan di pintu masuk makam, tahun pembuatan makan Pangeran Puger 1928. Makam Pangeran Puger semula pesarean, dan sekarang digunakan untuk ziarah, dan merupakan milik pemerintah dan dikelola oleh pengurusnya.

Akses Menuju Makam Pangeran Puger

Salah satu sarana transportasi umum di Kabupaten Kudus adalah angkot, dengan luas wilayahnya yang dibagi menjadi 9 kecamatan, angkot sangat membantu mobilitas masyarakatya dalam menjalani kegiatan sehari-hari. Di Kabupaten Kudus sendiri memiliki beberapa terminal yang menjadi lokasi awal angkot berangkat dan yang terbesar adalah Terminal Jati. Di Terminal Jati ini Bus-bus Antar Kota Antar Propinsi (AKAP) singgah untuk menaikkan dan menurunkan penumpang dan juga titik awal mayoritas angkot-angkot yang ada di Kabupaten Kudus.

Source wisata kudus
Comments
Loading...