Taman Wisata Alam Pulau Riung

0 130

Taman Wisata Alam (TWA) 17 (Tujuh Belas) Pulau Riung merupakan salah satu kawasan konservasi yang terletak di bagian utara Pulau Flores tepatnya di Kecamatan Riung-Kabupaten Ngada. Kawasan ini dikelolah oleh Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Wilayah III Kupang – Nusa Tenggara Timur (NTT). Secara geografis kawasan ini berada pada koordinat antara 8°25’ – 9°00’ LS dan 120°45’ – 121°50’ BT.

Memiliki luas 9.900 hektar, membujur dari arah timur ke barat di utara pulau Flores. Kawasan TWA 17 Pulau berbatasan langsung dengan beberapa desa di Kecamatan Riung yaitu Desa Lengkosambi Timur, Desa Lengkosambi Utara, Desa Lengkosambi Barat, Desa Tadho, Kelurahan Benteng Tengah, Kelurahan Nangamese, Desa Latung dan Desa Sambinasi.

 

Kawasan Taman Wisata Alam Tujuh Belas Pulau Riung terdiri dari gugusan pulau-pulau kecil dan besar yang menawarkan keindahan pasir putih serta bebagai jenis satwa langka, salah satunya adalah Komodo (Varanus Komodensis) atau Mbou panggilan oleh masyarakat lokal. Pulau-pulau tersebut antara lain : Pulau Wire, Sui, Taor, Tembaga, Tiga (pulau panjang), Bampa, Meja, Rutong, Patta, Halima (pulau nani), Besar, Lainjawa, Kolong, Dua, Ontole (terbesar), Borong, dan Pulau Pau. Pulau – Pulau ini berbatasan dengan selat – selat yang sempit sehingga, pada selat sempit itu terdapat terumbu karang yang sangat indah yang menjadi tempat hidup dari berbagai macam ikan dan biota laut.

Kondisi topografi di daerah pulau-pulau yang berada di Kawasan Taman Wisata Alam Tujuh Belas Pulau Riung umumnya landai mulai dari daerah pantai hingga ke arah tubir, dimana pada saat terjadi surut maka terdapat dangkalan/paparan yang dapat ditempuh dengan berjalan kaki menuju beberapa pulau yang saling berdekatan jaraknya. Kondisi iklim di wilayah Riung sebagaimana halnya seperti sebagian besar wilayah di NTT adalah iklim tropis dengan variasi suhu dan penyinaran yang rendah dengan kisaran suhu antara 26,43⁰C – 28,85⁰C, kelembapan udara 62,80% – 86,37% curah hujan rata-rata tahunan antara 1.000 sampai dengan 3.000 mm/tahun.

Angin pada umumnya kencang yang berpengaruh pada kegiatan pertanian dan perikanan. Pada musim hujan sering terjadi badai yang kuat. Rata-rata suhu minimum dan maksimum harian berkisar antara 26 – 32⁰C dengan panjang hari ± 12 jam. Pola umum iklim di wilayah ini adalah musim hujan dan musim kemarau. Musim hujan berlangsung antara November sampai dengan Maret dan musim kemarau antara April sampai dengan Oktober.

Pola iklim ini dikendalikan oleh pola angin moonson yang berasal dari tenggara yang relatif kering dan dari arah barat laut yang membawa banyak uap air. Iklim di wilayah Riung termasuk semi arid dengan 3- 4 bulan musim hujan dan 8 – 9 bulan musim kering. Kondisi iklim demikian mempengaruhi pola pertanian yang hanya melakukan kegiatannya pada musim hujan. Hal demikian juga mempengaruhi produktivitas tenaga kerja pertanian yang rata-rata kurang dari 5 jam per minggunya akibat waktu bertani yang hanya dilakukan selama 3-4 bulan setahun. Curah hujan untuk saat ini juga dipengaruhi perubahan iklim global yang berdampak periode atau musim hujan dan kemarau yang sulit untuk diprediksi dan fenomena musim hujan dan musim kemarau yang ekstrim. Secara administratif Kawasan Taman Wisata Alam Tujuh Belas Pulau Riung berada di Kecamatan Riung.

Terdapat 6 desa dan 2 kelurahan, diantaranya merupakan desa pesisir yang berbatasan langsung dengan TWA Tujuh Belas Pulau, yaitu: Desa Lengkosambi, Tadho (1911 jiwa), Latung, Sambinasi, Lengkosambi Timur dan Lengkosambi Barat serta Kelurahan Benteng Tengah (1622 jiwa) dan Nangamese(1542 jiwa). Sebagian besar masyarakat bermata pencaharian sebagai petani dan nelayan, dimana produk domestik bruto lebih dari 50% berasal dari sektor pertanian. Sektor lainnya yang berperan adalah perdagangan, hotel dan restauran sebesar 14,56% dan sektor jasa sebesar 21,03%.

Besarnya PDB dari hasil pertanian menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat Riung bermata pencaharian sebagai petani dibandingkan nelayan. Hal ini dapat dipahami karena masyarakat asli Riung lebih meminati untuk berprofesi sebagai petani sedangkan nelayan lebih diminati oleh masyarakat dari luar Riung yang sudah lama menetap, yaitu dari Bugis, Bajoe, Bima dan Selayar.

Source https://komodoflorestravel.com https://komodoflorestravel.com/taman-wisata-alam-17-pulau-riung-kabupaten-ngada/
Comments
Loading...