Taman Nostalgia di Kota Kupang

SAMSUNG CAMERA PICTURES
0 139

Taman Nostalgia

Taman Nostalgia Kupang awalnya dibangun  sebagai tempat untuk meletakkan Monumen Gong Perdamaian Nusantara (GPN) Kota Kupang.  Adanya monumen perdamaian tersebut, menjadi ciri khas tersendiri sebagai taman kota dan juga daya tarik bagi para wisatawan di luar Kota Kupang untuk mengunjungi Taman Nostalgia. Tak hanya itu saja yang unik, di taman kota ini juga terdapat Paguyuban Pedagang Kuliner Taman Nostalgia dimana terdapat belasan lapak kuliner yang buka dari sore hingga malam hari. Beragam makanan seperti bakso goreng, siomay, mie ayam dan jenis makanan lainnya pun tersedia di lapak kuliner ini. Keberadaan lapak tersebut tentunya menggoda setiap para pengunjung untuk mencobanya.

Tak hanya berfungsi sebagai taman kota, keberadaan Taman Nasional ternyata juga dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar sebagai area favorit untuk sekedar bertemu, berkumpul atau bercengkerama bersama. Terlebih lagi di sore hari, area taman pun terlihat ramai dikunjungi oleh para muda-mudi Kota Kupang yang menghabiskan waktu sambil berfoto-foto ria dan juga berwisata kuliner di sekitar area taman.

Akses Menuju Taman Nostalgia

Berada di pinggiran Jalan Frans Seda, Kelurahan Fatululi, Kecamatan Kelapa Lima, Kupang, NTT, akses untuk menuju ke taman ini cukuplah mudah. Pengunjung dapat menggunakan baik kendaraan umum ataupun kendaraan pribadi. Bagi yang hendak menggunakan kendaraan umum Kota Kupang dapat menaiki mobil angkutan bernomor lampu 7 atau 10, dengan ongkos sekitar 5.000 rupiah per orangnya. Sebelumnya jangan lupa memberitahukan kepada supirnya bahwa Anda akan turun di Taman Nostalgia Kupang.

Fasilitas di Taman Nostalgia

Selain jajaran tempat duduk di setiap sudut, taman ini juga dilengkapi dengan beberapa fasilitas penunjang lainnya seperti arena bermain anak, jogging track, lapak kuliner, hingga lapangan basket berstandar nasional.

Source https://www.indonesiakaya.com https://www.indonesiakaya.com/jelajah-indonesia/detail/dari-berfoto-selfie-di-gong-perdamaian-hingga-wisata-kuliner-di-taman-nostalgia
Comments
Loading...