Taman Nasional Laiwangi Wanggameti NTT

0 58

Taman Nasional Laiwangi Wanggameti

Taman Nasional Laiwangi Wanggameti merupakan sebuah daerah perlindungan flora dan fauna di Pulau Sumba, provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Terletak di bagian selatan pulau Sumba dan berjarak sekitar 100 Km dari Waingapu. Secara administrasi berada pada 3 wilayah kecamatan yaitu Kecamatan Tabundung, Paberiwai dan Pinu Pahar.

Taman ini merupakan suatu perwakilan berbagai tipe hutan di pulau Sumba, termasuk “hutan elfin” yang jarang terdapat dan memiliki keanekaragaman jenis bernilai cukup tinggi terutama yang terdapat pada ketinggian 800 meter dari permukaan laut.

Flora

Taman Nasional Laiwangi Wanggameti di Kawasan Hutan Wanggameti untuk tingkat pohon didominasi berturut-turut oleh kayu omang atau cemara hutan (Podocarpus imbricatus BI), kadhuru atau nyatoh (Palaqium obovatum Engl.), wihi kalauki (Calophyllum soulattri Burm, F), Murungiha (Helicia excelsa Blume), kayarak atau tangongo (Quercus piriformis), laru (Myristica teijsmanni Miq), malairou (Polyosma sp), kadhuru bara (Palaquium obtusifolium Burck.

Sedangkan untuk tanaman unggul lokal di Pulau Sumba antara lain Cendana (Santalum album), Inju Watu (Spondias pinata Merr), Kaduru, Nyatoh (Palaquium obovatum), ai marra. Horani/Suren (Toona sureni Merr), Kesambi (Schleihesa oleosa), Lobung atau Salam (Eugenis sp), Manera (Aglaia eusideroxylon),  Mayela (Artocarpus glaucus BL), Ulu kataka, Langaha, Mbakuhau, Pulai (Alstonis scholaris), Halai (Alstonis spectabilis), Kanawa, Sawo Kecik (Manilkara kauki). Di samping itu juga  masih terdapat beberapa potensi non kayu seperti rotan, bunga bangkai, bunga anggrek, dan jenis tanaman palem.

Diantara jenis kayu diatas terdapat   beberapa jenis kayu yang Khas, seperti seperti kayu ai marra yang mana merupakan kayu yang sering dijadikan sarang oleh Burung Kakatua, ai lobung yang sering digunakan masyarakat Sumba dalam membangun rumah.

Fauna

Kawasan Taman Nasional Laiwangi Wanggameti merupakan rumah bagi 176 jenis burung, 22 jenis mamalia, 115 jenis kupu- kupu, 7 jenis amphibi, dan 29 jenis reptile. 9 jenis burung diantaranya adalah jenis endemic burung sumba antara lain :

Habitat satwa langka antara lain burung Julang atau Rangkong sumba (Aceros everetti), Kakatua jambul jingga (Cacatua sulphurea), Gemak atau Puyuh sumba (Turnix everetti), Sesap madu sumba (Nektarina buettikoferi), Pungguk Wengi (Ninox Rudolfi), Walik Rawa Manu (Ptilinopus Dohertyi), Punai Sumba (Treron Teysmannii), Sikatan sumba (Ficedula Harteti). Disamping itu terdapat juga jenis satwa liar seperti, rusa timur, babi hutan, monyet ekor pajang, beberapa jenis reptile terutama Phyton timorensis.

Akses Menuju Taman Nasional Laiwangi Wanggameti

Kupang-Waingapu menggunakan pesawat terbang sekitar satu jam, kemudian dari Waingapu-Watumbaka-Maujawa-Melolo-Kanagar melalui jalan darat dengan kendaraan roda empat selama sekitar dua jam, yang dilanjutkan ke lokasi taman nasional (Desa Wanggameti, Desa Tana Rara dan Desa Tabundung).

Untuk dapat mencapai Kawasan Taman Nasional Laiwangi Wanggameti dapat di tempuh melalui :

1. Jalur Udara

Dengan Pesawat Merpati F- 100 atau Pesawat Trigana Setiap hari dengan jarak tempuh selama 1 – 1,5 jam, dapat melalui kupang maupun Denpasar.

2. Jalur Laut

KM Fery – ASDP :
Kupang- Ende- Waingapu dengan waktu tempuh selama + 36 jam
Kupang- Aimere- Waingapu dengan waktu tempuh selama + 32 jam

K AWU – PT. PELNI
Kupang – Ende – Waingapu dengan waktu tempuh selama + 22 jam
Benoa – Waingapu dengan waktu tempuh selama + 36 jam

3. Jalur Darat

Waingapu – TN Laiwangi wanggameti dapat di tempuh dengan kendaraan roda empat atau roda dua dengan waktu tempu 1-1,5 jam.

Source https://gpswisataindonesia.info https://gpswisataindonesia.info/2017/05/taman-nasional-laiwangi-wanggameti-ntt/
Comments
Loading...