Taman Nasional Kerihun Betung di Kapuas Hulu, Kalimantan Barat

0 10

Taman Nasional Betung Kerihun

Taman Nasional Betung Kerihun adalah kawasan konservasi seluas 8.000 kilometer persegi di Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, memiliki topografi bentangan pegunungan Muller yang menghubungkan Gunung Betung dan Gunung Kerihun sebagai penghalang antara wilayah Indonesia dan Malaysia. Kawasan ini memiliki ratusan jaringan sungai kecil dan besar di DAS Kapuas yang luas.

Taman Nasional Betung Kerihun adalah kawasan lindung di Kecamatan Embaloh Hulu, Kecamatan Embaloh Hilir dan Kecamatan Putussibau di Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, memiliki tata letak bentuk yang panjang dan berbatasan dengan Sarawak di Malaysia di utara.

   

Warga di dan sekitar kawasan hutan umumnya adalah orang Dayak. Di bagian barat taman nasional kebanyakan Dayak Iban dan Dayak Tamambaloh, sedangkan di pusat sebagian besar Dayak Bukat, dan di bagian timur adalah orang Dayak Punan. Mereka membangun Homestay dan menyediakan porter, longboat, dan menjual kain tenun Borneo, anyaman dan ukiran kayu.

Hutan yang dikelompokkan menjadi delapan jenis ekosistem adalah Hutan Dipterocarp Pamah, Hutan Aluvial, Hutan Rawa, Hutan Sekunder Tua, Hutan Dipterocarp Bukit, Hutan Kapur, Hutan Sub-Montane dan Hutan Montane menempati kawasan konservasi lintas batas pertama di Asia dan memiliki keanekaragaman hayati yang unik.

Hutan Dipterocarpaceae Pamah memiliki pangsa dan keanekaragaman terbesar Dipterocarpus, Dryobalanops, Hopea, Parashorea, Shorea, Vatica dan lain-lain. Amyxa pluricormis kerabat Pohon gaharu (Aquilaria spp) sebagai endemik Borneo dan suku tunggal, juga pisang Musa lawitiensis dan beberapa jenis temuan baru seperti Neo uvaria, Acuminatissima, Castanopsis inermis, Lithocarpus phillipinensis, Chisocheton caulifloris, Eugenia spicata dan Shorea peltata.

Dipterocarpaceae memiliki 121 jenis dari total 267 spesies yang tumbuh di Borneo, genus Shorea memiliki lebih dari 30 spesies, Euphorbiaceae (73 spesies), Clusiaceae (33 spesies), Burseraceae (30 spesies), dan Mrytaceae (28 spesies). Hutan tropis primer di taman nasional memiliki peran penting di dunia fauna.

Lebih dari 48 spesies mamalia yang tercatat adalah Harimau Dahan (Muntiacus muntjak), Kijang Emas (Mutiacus atherodes), Sambar (Cervus sp), kelinci (Tragulus Napu) dan berang-berang (Lutra sumatrana) yang dinyatakan terancam oleh IUCN tampaknya masih ditemui.

Lebih dari 7 spesies primata adalah orangutan Borneo (Pongo pygmaeus), Kelempiau (Hylobates muelleri), Hout (Presbytis frontata), Seaman (Presbytis rubicunda), Macaca nemestrina, Macaca fascicularis dan tarsius (Tarsius bancanus).

Lebih dari 4.000 spesimen ikan dari 123 stasiun di 35 sungai besar dan kecil ditemukan 112 spesies ikan di 41 genus dan 12 famili, sementara 14 diantaranya merupakan endemik Borneo. Lebih dari 170 spesies serangga telah diidentifikasi.

Kelompok ini mencakup 301 spesies burung yang diidentifikasi pada 151 genus dan 36 family, sementara 15 spesies adalah migran dan 24 spesies endemik Kalimantan. Burung temuan baru adalah Acciper nisus, Dendricitta cinerascens, Ficedula parva, kalus Luscinia, Pycononotus flasvescent dan Rhinomyas brunneata. Hornbill (Buceros vigil) menjadi fauna maskot Kalimantan Barat.

Amfibi dan reptil tercatat 1500 spesies yang terdiri dari  51 spesies amfibi, 26 spesies kadal, dua spesies buaya, tiga spesies kura-kura dan 21 spesies ular. Amfibia yang paling istimewa adalah katak terkecil di dunia, ini adalah Leptobrachella myorbergi yang berukuran satu sentimeter.

Aktivitas di Taman Nasional Betung Kerihun

Berenang, memancing, trekking, hiking, camping dan hammocking. Jelajahi flora dan fauna. Menjelajahi etnografi, arkeologi, arsitektur, budaya dan kuliner. Menyaksikan matahari terbenam dan matahari terbit, berburu fotografi dan videografi, dan lain-lain.

Rute Menuju Taman Nasional Betung Kerihun

Tujuan pertama Anda adalah Kota Pontianak, Ibukota Provinsi Kalimantan Barat. Dari Pontianak mengambil penerbangan ke Bandara Pangsuma di kota Putussibau. Kemudian menggunakan boat untuk menjelajahi sungai Kapuas, sungai Sibau dan sungai Mendalam selama 5 jam.

Kontak:
Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun.
Jl. Piere Tendean No. 100, Komplek Kodim 1206, Putussibau, Kalimantan Barat Telepon +6256722282, Fax +6256721935

Source https://www.pedomanwisata.com https://www.pedomanwisata.com/wisata-alam/taman-nasional/taman-nasional-kerihun-betung-di-kapuas-hulu-kalimantan-barat-tempat-bagi-katak-terkecil-di-dunia
Comments
Loading...