Taman Nasional Bogani Nani Wartabone Gorontalo

0 60

Taman Nasional Bogani Nani Wartabone

Wilayah TNBNW meliputi di dua provinsi, yaitu Provinsi Gorontalo (40% luas keseluruhan) dan Provinsi Sulawesi Utara (40% luas keseluruhan), tepatnya di Kabupaten Bolaang Mongondow, Provinsi Sulawesi Utara serta Kecamatan Suwawa dan Bonepantai di Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo. Terletak di Semenanjung Minahassa, Taman ini memiliki luas sekitar 287.115 Hektar, membuat taman nasional ini memiliki beraneka ragam kekayaan baik dari flora dan fauna dengan beragam spesies.

Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (TNBNW) adalah sebuah Hutan Lindung yang dijadikan Taman Nasional. Taman Nasional Bogani Nani Wartabone merupakan rangkaian pegunungan dengan  ketinggian 50 – 1.900 m dpl, membentang dari Barat ke Timur dan dikelilingi oleh lembah-lembah yang sempit dan lereng bukit yang terjal. Bogani Nani Wartabone adalah nama seorang pahlawan yang berasal dari Provinsi Gorontalo. Nama tersebut kemudian diabadikan dan dipakai sebagai nama Taman Nasional ini.

Area Taman Nasional Bogani Nani Wartabone merupakan Daerah Tangkapan Air serta sumber air yang utama bagi wilayah sekitar Gorontalo dan Bolaang Mongondow (Sulawesi Utara). Sekitar 20 sungai mengalir dari pegunungan TNBNW, yang mengalir melintasi kedua provinsi tersebut. Aliran sungi-sungai ini sebagian besar menjadi sumber air bagi kehidupan sehari-hari masyarakat disekitarnya. Taman Nasional Bogani Nani Wartabone ini merupakan sebuah taman wisata yang cocok bagi Anda yang menyukai petualangan di alam bebas.

Taman Nasional Bogani Nani Wartanobe memiliki berbagai keunikan ekologi sebagai kawasan peralihan geografi daerah Indomalayan di sebelah Barat dan Papua-Australia di sebelah Timur (Wallaceae Area). Wilayah Wallace merupakan tempat bertemunya margasatwa dan tumbuhan khas dari daratan Asia dan Australia. Hal inilah yang mengakibatkan kawasan ini menyimpan kekayaan hayati endemik dan unik yang hanya hidup di taman nasional tersebut. Diperkirakan lebih dari seribu jenis flora dan fauna yang telah diidentifikasi hidup di kawasan ini.

Flora terdiri dari 400 jenis pohon, 241 jenis tumbuhan tinggi, 120 jenis epifit, 100 jenis tumbuhan lumut, dan 90 jenis tanaman obat-obatan. Terdapat juga 24 jenis anggrek termasuk famili orchideae (angrek putri). Diantaranya Anda juga bisa menemukan spesies tumbuhan endemik dan tumbuhan langka di taman ini. Misalnya Palem Matayangan (Pholidocarpus ihur), Kayu Besi (Intsia spp.), Kayu Hitam (Diospyros celebica), Kayu Kuning (Arcangelisia flava), dan Bunga Bangkai (Amorphophallus companulatus).

Taman Nasional Bogani Nani Wartabone menjadi habitat beberapa jenis hewan, seperti Mamalia (24 spesies), Unggas ( 125 spesies),  Reptilia (11 spesies), Amfibia (2  spesies), Kupu-kupu (38 spesies), Kumbang (200 spesies), dan  Ikan (19 spesies). Sebagian besar satwa yang ada di taman nasional merupakan satwa khas/endemik pulau Sulawesi seperti monyet hitam/yaki (Macaca nigra nigra), monyet dumoga bone (M. nigrescens), tangkasi (Tarsius spectrum spectrum), musang Sulawesi (Macrogalidia musschenbroekii musschenbroekii), anoa besar (Bubalus depressicornis), anoa kecil (B. quarlesi), babirusa (Babyrousa babirussa celebensis), dan berbagai jenis burung.

Satwa burung yang menjadi maskot taman nasional adalah maleo (Macrocephalon maleo), dan kelelewar bone (Bonea bidens) merupakan satwa endemik taman nasional ini. Ukuran badan burung maleo hampir sama dengan ayam, namun telurnya 6 kali berat telur ayam. Maleo meletakan telurnya di dalam tanah/pasir sedalam 30-40 cm, dan biasanya terletak berdekatan dengan sumber air panas. Dengan panas bumi inilah telur maleo menetas. Keluarnya anak maleo dari dalam tanah, larinya anak maleo ke alam bebas (umur sehari), mengintip induknya yang sedang menggali lubang, merupakan salah satu atraksi satwa yang menarik bagi para wisatawan.

Tidak hanya dapat menikmati indahnya hutan hujan tropis Sulawesi, di dalam taman nasional ini juga ada beberapa obyek wisata yang bisa Anda kunjungi. Diantaranya adalah beberapa air terjun, sumber dan pemandian air panas serta gua kapur yang berada di kawasan yang sama. Selain itu Anda juga bisa melakukan hiking, berkemah, susur sungai atau bahkan hunting foto jika Anda adalah pencinta fotografi. Jika Anda berencana untuk mengunjungi atau menjelajah area Taman Nasional Bogani Nani Wartabone, disarankan agar Anda berkunjung pada bulan Mei sampai September. Karena pada bulan-bulan tersebut, wilayah disekitar taman ini menginjak Musim Kemarau.

Source https://ksmtour.com https://ksmtour.com/informasi/tempat-wisata/gorontalo/taman-nasional-bogani-nani-wartabone-keunikan-ekologi-di-gorontalo.html
Comments
Loading...