Taman Nasional Aketajawe Lolobata, Surganya Burung Endemik

0 9

Indonesia adalah surga bagi populasi burung. Ratusan burung langka bisa ditemukan di beberapa perairan dan kepulauan di Indonesia. Salah satu tempat yang menjadi surga bagi burung-burung langka tersebut adalah di Taman Nasional Aketajawe-Lolobata, yang terletak di Halmahera, Maluku Utara. Kawasan ini menjadi menjadi tempat bermukim sekitar 106 spesies burung termasuk 25 spesies burung endemik. Di kawasan seluas 167.300 hektar itu, kita bisa melihat langsung aktivitas mereka dan kalau beruntung, burung paling langka Mandar Gendang atau Habroptila wallacii akan menampakkan wujudnya.

Mandar Gendang merupakan spesies burung Rallidae besar yang tidak terbang. Burung tersebut digolongkan sebagai rentan oleh International Union for Conservation of Nature (IUCN). Mandar Gendang disebut burung pemalu, bahkan cenderung misterius sehingga informasi mengenai perilakunya juga terbatas. Bulunya didominasi warna abu-abu gelap, dengan kulit terbuka di sekitar matanya. Paruhnya yang panjang dan tebal serta seluruh kakinya berwarna merah cerah. Suaranya seperti tabuhan gendang yang perlahan, yang diiringi kepakan sayapnya.

Selain Mandar Gendang, pengunjung bisa melihat burung Bidadari Halmahera. Jenis burung dari keluarga cendrawasih di luar Papua,” kata Polisi Hutan dari Taman Nasional Aketajawe-Lolobata Akhmad David. Burung Bidadari Halmahera termasuk endemik yang memiliki warna bulu mencolok di dadanya, hijau zamrud. Ciri khas lainnya yakni dua pasang bulu putih yang panjang yang keluar menekuk dari sayapnya seperti sepasang antena. “Untuk melihat burung ini dibatasi maksimal delapan orang biar tidak mengganggu,” jelas David.

Taman Nasional Aketajawe-Lolobata juga dianggap sangat penting bagi keselamatan berbagai spesies burung endemik lainnya seperti kakatua putih (Cacatua alba), kasturi ternate (Lorius garrulus), paok halmahera (Pitta maxima).

Untuk menyaksikan aktivitas burung-burung di Taman Nasional Aketajawe-Lolobata, para pengunjung harus bergegas sejak pukul 04.00 WIB. Biasanya, pengunjung menginap di rumah penduduk yang berada di dalam kawasan taman nasional dengan biaya Rp 100.000 per malam dan Rp 100.000 untuk makan pagi hingga malam hari.

Ada sensasi berbeda saat pengunjung menginap di rumah penduduk yang masih berupa rumah panggung itu. Taman Nasional Aketajawe-Lolobata juga menyajikan wisata alam lain seperti air terjun dan gua. Di kawasan ini baru ada sejumlah gua yang diberi nama seperti Gua JPG, Gua Melisa, Gua Tata, dan Gua Totangu. Jika beruntung, maka pengunjung juga dapat bertemu dengan masyarakat suku Tobelo Dalam yang tinggal di dalam taman nasional. Taman Nasional Aketajawe-Lolobata terletak di Kabupaten Halmahera Tengah, Kota Tidore Kepulauan dan Kabupaten Halmahera Timur Provinsi Maluku Utara.

Dalam setahun, taman nasional tersebut dikunjungi hingga 90 orang wisatawan asing dan lebih dari 100 orang dari turis domestik. Jika keberangkatan dari Jakarta, maka pengunjung bisa menggunakan pesawat langsung yang menuju Ternate. Dari bandara Bandara Sultan Babullah, Kota Ternate, Maluku Utara, pengunjung masih harus melakukan perjalanan ke Pelabuhan Speed Boat Kota Baru dengan menyewa mobil seharga Rp 100.000 hingga Rp 150.000.

Dari pelabuhan, naik speed boat ke Sofifi selama dua jam perjalanan, biayanya Rp 50.000 kalau reguler, tapi kalau mau carter harganya sekitar Rp 400.000. Setelah tiba di Sofifi, pengunjung masih harus menempuh perjalanan darat selama dua jam menuju taman nasional. Dari Sofifi ke BBinagara ada mobil reguler yang tarifnya sekitar Rp 50.000 hingga Rp 100.000. Kalau carter kisaran harganya sekitar Rp 350.000 hingga Rp 400.000.

Pengunjung di Taman Nasional Aketajawe-Lolobata biasanya menghabiskan waktu di sana minimal tiga hari. Harga tiket untuk turis lokal Rp 5.000 berbeda jauh dengan turis asing yang dikenakan biaya tiket Rp 150.000. Di taman nasional tersebut, pengunjung harus memakai pemandu wisata karena areanya sangat luas. Biaya pemandu wisata untuk wisatawan lokal berkisar antara Rp 250.000 hingga Rp 300.000 sedangkan bagi wisatawan asing Rp 300.000 hingga Rp 500.000 per hari.

Source https://sportourism.id https://sportourism.id/explore/taman-nasional-aketajawe-lolobata-surganya-burung-endemik
Comments
Loading...