Taman Hutan Raya Sultan Adam Mandiangin

0 46

Tahura (Taman Hutan Raya) Sultan Adam Mandiangin merupakan salah satu kawasan yang dijadikan sebagai hutan pendidikan UNLAM berdasarkan SK Gubernur No. DA.144/PHT/1980 tanggal 31 desember 1980 dengan luas +2.000 hektar. Namun, selain sebagai kawasan hutan pendidikan, kawasan ini juga menjadi tempat wisata yang berada di wilayah Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.

Tahura Sultan Adam Mandiangin termasuk salah satu alternatif wisata yang murah, hanya dengan membayar karcis masuk Rp. 5.000,-, pengunjung dapat menikmati fasilitas yang ada. Lokasinya pun tidak terlalu jauh dengan kota, 45 kilometer dari pusat kota Banjarmasin dan sekitar 15 kilometer dari Banjarbaru. Tempat ini selalu dikunjungi oleh berbagai macam orang dengan tujuan yang berbeda, dari sekedar refresing sampai para organisasi kegiatan di alam.

   

Kawasan yang menawarkan keindahan dan kesejukan alam pegunungan ini bisa di tempuh dengan mengunakan roda dua maupun roda empat. Tempat ini tidak hanya menawarkan keindahan alam pegunungan saja, namun juga menawarkan aliran sungai, mata air pegunungan yang mengalir jernih, dan beberapa air terjun. Fasilitas-fasilitas penunjang di lokasi ini juga mulai ditambah. Terdapat area parkir, warung-warung kecil penyedia makanan, dan penyewaan barang-barang untuk berkemah.

Saat memasuki wilayah Tahura, pengunjung diwajibkan membayar tiket masuk pada pos restribusi. Kemudian pengunjung akan melewati jalan beraspal menuju lokasi wisata kolam pemandian Meneer Belanda. Kolam yang berukuran sekitar 30m x 50m ini tepat berada di pinggir jalan. Kolam yang dibangun pada jaman belanda ini memiliki nilai historis yang tinggi. Pengunjung dapat berenang atau sekadar merendam kaki merasakan kesegaran air asli pegunungan tanpa dipungut biaya.

Selain itu, juga terdapat situs peninggalan Belanda lainnya yang sering disebut Benteng Belanda. Benteng Belanda ada di bagian puncak Tahura. Untuk bisa sampai ke puncak, pengunjung tidak perlu berjalan kaki karena bisa ditempuh dengan menggunakan kendaraan bermotor. Sepanjang jalan menuju ke puncak, banyak pengunjung dari segala usia singgah di pinggiran jalan sembari bercengkrama menikmati pemandangan yang indah kian tampak jelas. Namun bagi pengunjung yang ingin berjalan kaki, dapat melewati jalan setapak bersemen yang menanjak di sekitar kolam Belanda.

Terdapat beberapa air terjun di kawasan Tahura. Ada yang melewati jalan setapak menanjak dan tangga menurun.  Air terjun pertama yaitu bisa melalui jalan setapak bersemen menanjak di dekat kolam Belanda. Air yang jernih dan menyegarkan membuat pengunjung ramai bermain dan berendam sepuasnya. Objek yang satu ini juga mempunyai view yang bagus untuk obyek fotografi, tidak jarang para fotografer menjadikan lokasi ini sebagai lokasi favorit mereka untuk mengexplore alam. Air terjun kedua masih di sekitar kolam Belanda.

Pengunjung harus menuruni anak-anak tangga yang terdapat di dekat warung-warung sekitar kolam Belanda. Sekitar 5 menit pengunjung akan disuguhkan oleh irama percikan air dan segarnya air pegunungan. Juga terdapat gajebo di sekitar air terjun untuk bersantai.Berjalan turun lagi sekitar 5 menit dari air terjun, pengunjung dapat menyaksikan rusa di penangkaran rusa Mandiangin. Juga terdapat rumah panggung disana yang disekitarannya dipenuhi deretan pohon pinus yang sangat indah.

Source http://bappelitbang.banjarkab.go.id http://bappelitbang.banjarkab.go.id/wisata/destinasi/informasi/2
Comments
Loading...