Warning: unlink(/tmp/5914058945c6f253f68cbf38062a4c44-OpwQH3.tmp): No such file or directory in /home/infoprima/public_html/jalanwisata.id/wp-admin/includes/class-wp-filesystem-ftpext.php on line 167

Sungai Sentaban dan Desa Wisata Setulang, Kabupaten Malinau

0 63

Petualangan kami berdua pun dimulai, bagi temen temen yang kebetulan berada di Kabupaten Malinau, bisa mencoba berwisata ke Desa Setulang dan mampir ke Sungai Sentaban. Lokasinya tidak terlalu jauh dari Pelabuhan Speed maupun Bandar Udara Kol. RA Bessing Malinau. Jalan untuk menuju ke sana juga sudah lumayan bagus. Sepanjang perjalanan, kami disuguhi pemandangan yang memukau, melihat keindahan hutan asli Kalimantan yang berwarna hijau yang mana daun lebat pohon tampak kentara menutupi bukit bukit yang tinggi menjulang.

Udara segar masih bisa kami rasakan, memejamkan mata sebentar membayangkan dan merasakan aliran udara yang segar memasuki tubuh kami, sungguh nikmat Yang Maha Kuasa yang perlu kita syukuri keberadaannya. Tidak lupa pula salam dan senyum sapa penduduk setiap kami melewati permukiman yang masih jauh dari keramaian lalu lalang kendaraan bermotor.

 

Kurang lebih satu jam perjalanan berlalu, tibalah kami di desa wisata yaitu Desa Setulang. Perhatian Kami tertuju pada bangunan yang terbuat dari kayu yang panjang dan besar. Di depan bangunan tersebut terdapat gapura yang terbuat dari batang kayu yang masih utuh dengan hiasan ukiran asli penduduk sekitar. Halaman depan terdapat taman kecil yang tertata rapi, berpadu dengan rumput dan bunga – bungan kecil.Di sebelah kanan tangga terdapat potongan kayu yang memberi informasi kepada kami tentang peresmian bangunan ini oleh Bupati Malinau DR. Drs. Marthin Billa, MM.

Masyarakat menyebut bangunan ini sebagai Lamin Adat Adjang Lidem Desa Setulang. Kami berdua mencoba memasuki bangunan tersebut dengan menaiki tangga yang terbuat dari kayu. Pintu besar menyambut kedatangan kami, dengan sebuah gambar seseorang yang mengenakan pakaian adat Kalimantan. Pintu yang mempunyai dua daun pintu ini tertutup salah satunya. Ruangan di dalam Lamin Adat cukup luas, kami mendapat info bahwa tempat ini biasanya digunakan juga untuk latihan menari, namun kami kurang beruntung hari itu, bangunan ini sepi menandakan tidak ada kegiatan di dalamnya. Kamipun mengambil beberapa gambar untuk mengabadikan momen yang menarik ini sebagai kenang – kenangan.

Setelah puas mengambil gambar, kami meninggalkan Lamin Adat. Kamipun pulang dengan kembali menyusuri jalan desa yang sudah lumayan bagus dan bisa dilewati ini. Desa kecil dengan udara segar dan penataan yang teratur, ditambah lagi keberadaan lapangan di tengah desa tersebut. Di perjalanan pulang kami melewati sebuah jembatan kecil, yang terbuat dari papan kayu. Kami melewati jembatan tersebut dengan sangat hati – hati, alhamdulillah, meskipun terbuat dari kayu, jembatan ini masih terlihat kuat dan kokoh, mungkin pondasinya pakai semen.

Saat perjalanan pulang kami mampir ke Sungai Sentaban, sungai yang jernih airnya. Sebenarnya kurang yakin juga ada sungai jernih di sini, karena sungai yang sering kami lihat adalah sungai besar yang airnya kecoklatan. Lha wong air kran di mess aja kadang keruh airnya. Kurang lebih 15 menit dari Desa Setulang kami sampai di Sungai Sentaban. Kamipun bergegas masuk melewati pos penjagaan yang kebetulan saat itu tidak ada yang jaga. Biaya retribusi 1000 rupiah sudah cukup untuk menikmati keindahan sungai ini.

Source https://origoinsersio.wordpress.com https://origoinsersio.wordpress.com/2015/02/22/sungai-sentaban-dan-desa-wisata-setulang-kabupaten-malinau-kaltara/
Comments
Loading...