Silo Sawahlunto, Kawasan Tambang Batubara yang Kembali Hits

0 19

Silo Sawahlunto

Peradaban dan berbagai kejadian masa lalu memang tidak akan pernah bisa lepas dari kehidupan sekarang, semua aspek diwariskan, mulai dari budaya, sejarah, bukti fisik, bahkan mitos dan legenda yang mengurat akar hingga beratus-ratus tahun setelahnya. Apalagi untuk sejarah atau peninggalan yang baru berusia puluhan tahun, tentu akan memiliki hubungan yang erat dengan masyarakat sekarang. Hal inilah yang dirasakan oleh masyarakat Kota Sawahlunto. Seperti yang kita ketahui, Kota Sawahlunto adalah kota yang menjadi pusat tambang batubara yang mampu mengekspor batu bara ke berbagai daerah di sekitarnya. Pertambangan yang besar tentu memiliki bangunan dan fasilitas-fasilitas yang tidak sedikit, terdapat gedung-gedung pengolahan batu baru, alat-alat berat, dan berbagai fasilitas lainnya yang kini terbengkalai setelah pada tahun 2003, proses penambangan batubara dihentikan, karena habisnya sumber batu bara di daerah tersebut.

 

Fasilitas-fasilitas bekas penambangan batu bara tersebut lambat laun kembali dilirik oleh masyarakat bahkan wisatawan lokal dan mancanegara, selain untuk mempelajari sejarah yang melekat di sana, mayoritas pengunjung mendatangi tempat tersebut untuk mengabadikan moment, karena mereka seolah-olah sedang berada di zaman saat tambang batu bara begitu melegenda. Adalah Kawasan Silo Sawahlunto yang menjadi pusat pertambangan batu bara pada masanya. Tidak adanya biaya perawatan yang disediakan oleh PT BA-UPO (sebuah perusahaan yang bergerak dalam bisnis batubara) menjadikan Kawasan Silo Sawahlunto dipenuhi bangunan megah bekas tambang batu bara dan terus berkembang menjadi obyek Wisata di Sawahlunto hingga sekarang.

Dengan berlandaskan pada visi Kota Sawahlunto, yaitu Menjadikan Kota Sawahlunto sebagai Kota Wisata Tambang yang berbudaya, pemerintah beserta jajarannya dari bidang kepariwisataan, pada tahun 2012 mulai mengajukan wacana revitalisasi Kawasan Silo Sawahlunto sebagai kawasan terbuka hijau yang akan menjadi Taman untuk masyarakat sekitar. Wacana inipun mendapat sambutan baik dari pemerintah terkait dan warga sekitar, hingga akhirnya Kawasan Silo Sawahlunto dipenuhi oleh Foodcourt, plaza, serta panggung pertunjukan yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai kegiatan publik.

Pertama Foodcourt, foodcourt dibangun dengan berdasarkan pada struktur teknologi modern dengan memanfaatkan prinsip struktur membran. Walaupun berada di tengah-tengah Kawasan Silo Sawahlunto, area foodcourt ini tidak menghilangkan nilai sejarah budaya yang ada di kawasan tersebut. Pengunjung tetap bisa menikmati cagar budaya yang ada sambil menikmati kuliner yang tersedia di area tersebut.

Kedua, Plaza yang berada di sisi kanan foodcourt. Plaza di Kawasan Silo Sawahlunto ini dibangun secara atraktif, yaitu dengan menggabungkan pasangan paving block dan diwarnai seperti papan catur, sehingga kesan monoton sebuah plaza tidak akan terlihat. Selain itu, di bagian sisi luar plaza terdapat gabungan dari grass block (sama dengan paving block tetapi memiliki lubang-lubang beraturan) yang mengelilingi taman. Penggunaan Grass Block ini membuat tampilan Ruang Terbuka Hijau kian menarik dan tidak terlalu masif.

Ketiga, panggung pertunjukan seluas 9 x 6 m2. Panggung pertunjukan ini dibangun dengan memanfaatkan struktur kerangka besi pada bagian bawahnya, hal ini dilakukan untuk menampilkan kesan “struktur rel kereta api” dengan harapan, saat melihat panggung pertunjukan ini, pengunjung tetap akan menginat bahwa di sana pernah ada rel kereta api yang berfungsi sebagai jalan untuk mengangkut batu bara ke berbagai wilayah di Sumatera Barat.

Selain itu, sebagai ruang terbuka hijau, Kawasan Silo Sawahlunto tetap didominasi oleh pepohonan rindang yang menjadikan kawasan ini ramah lingkungan dan cocok dijadikan sebagai destinasi Wisata di Sawahlunto bagi penduduk lokal maupun interlokal. Menarik bukan? Wisata kuno yang bisa anda nikmati ini tak lepas dari nilai-nilai sejarah panjangnya. Tempat ini cocok buat anda yang gemar berselfie ria dengan latar bangunan kuno. Bila ada waktu saat akhir pekan, tak ada salahnya berkunjung ke tempat ini bersama sahabat. Jangan lupa abadikan momen saat anda mengunjungi tempat ini agar bisa anda ceritakan ke sahabat anda yang lain.

Source https://catatanwisata.com https://catatanwisata.com/silo-kawasan-tambang-batubara-yang-kembali-hits/
Comments
Loading...