Segarnya Air di Riam Madi Bengkayang

0 13

Riam Madi Bengkayang

Riam Madi, merupakan salah satu objek wisata yang terlupakan bagi masyarakat Bengkayang, riam madi terletak di Desa Madi Kecamatan Lumar sekitar 25 kilo meter dari pusat Kota, untuk mencapainya kita harus terlebih dahulu ke Kecamatan Lumar sekitar 15 kilo meter dari Pasar Bengkayang, setelah sampai di simpang Desa Madi kita masuk lagi sekitar 10 kilo meter dengan kondisi jalan aspal goreng, meskipun begitu tetap bisa dimasuki oleh roda dua maupun roda empat.

Setelah melalui perjalanan turun naik dan berbelok, dalam 30 menit kita sudah sampai di tempat parkir kendaraan, sedangkan untuk sampai ke pusat Riamnya, tidak bisa menggunakan kendaran, harus berjalan kaki lagi sekitar 40 menit melewati jalanan berbukit. Setelah sampai mata saya seraya tertuju pada bendungan besar yang membelah sungai yang penuh bebatuan, arusnya sedikit deras apalagi setelah ditahan oleh bendungan yang menghasilkan bunyi gemuruh air yang yang jatuh dari ketinggian, cuaca yang panas dan cukup jauhnya perjalanan langsung serta merta sirna setelah kedua kaki saya masuk kedalam aliran sungai, riam madi.

Kendaraan kita hanya bisa sampai di bendungan yang di kelola PDAM Bengkayang ini, dari mulai sinilah mata dan telinga kita bisa menikmati keindahan alam riam madi,” ujar Narwati yang menjadi pemandu wisata dalam perjalanan saya. Narwati menjelaskan bahwa tidak banyak yang berubah pada riam madi ini, dari tahun ke tahun tetap seperti ini, “di kampung ini banyak keluarga saya, dulu waktu kecil sering mandi dan main air disini, tidak banyak banyak yang berubah sih, meskipun jika berubah yang lebih baik itu malah sangat bagus sekali, tapi dengan begini ada baiknya juga kelestarian alamnya masih terjaga,” katanya.

Sebagian pengunjung hanya sampai di sekitar bendungan, karena air dibendungan ini sungainya tenang dan sedikit dalam, sehingga dimanfaatkan anak – anak maupun remaja untuk berenang, bahkan ada yang terlihat seorang anak perempuan nekatnya melompat dari ketinggian bendungan ke arah sungai. “Hampir dua tahun saya tidak lagi pernah kesini, namun suasana serta airnya masih tetap dingin sekali dan yang terpenting aliran sungai ini belum terkontaminasi merkuri,” ujar Antonius, salah satu pengunjung.

Source https://hendratjipta.wordpress.com https://hendratjipta.wordpress.com/2014/11/05/segarnya-air-di-riam-madi-bengkayang/
Comments
Loading...