Sa’pak Bayo – Bayo : Tempat Peziarah Rohani di Sangalla

0 91

Sa’pak Bayo – Bayo

Pusat ziarah Sa’pak Bayo-bayo yang terletak di Lembang Lampio, Kecamatan Sangalla’ Kabupaten Tana Toraja, diklaim sebagai tempat ziarah Keluarga Kudus Nasareth pertama di dunia. Selain karena patung Yesus, Bunda Maria dan Santo Yusuf yang mengenakan pakaian adat Toraja sebagai ikon utama, tempat ziarah ini memiliki perpaduan dengan alam dan peninggalan budaya Toraja.

“Di seluruh dunia, baru di Sa’pak Bayo-bayo ini yang patungnya lengkap, Yesus, Maria, dan Yusuf. Patung ini menggambarkan cinta kasih dalam keluarga, dimana di situ dilukiskan Yesus berumur 12 tahun didampingi ibu dan bapaknya,” ungkap Uskup Agung Makassar, Mgr. John Liku Ada’, saat memimpin misa pemberkatan patung Keluarga Kudus Nasareth di Sa’pak Bayo-bayo, Sangalla’, Minggu, 31 Desember.

Mgr. John juga menyebut, lokasi Sa’pak Bayo-bayo ini sebelumnya digunakan oleh penganut agama suku Toraja, Aluk Todolo untuk melakukan ritual keagamaan. Di dalam area Sa’pak Bayo-bayo ini juga masih terdapat kuburan tua, lengkap dengan peti mati yang sebagian besar sudah lapuk dan tengkorak serta tulang belulang. Saat ini, serpihan peti mati, tengkorak, dan tulang belulang peninggalan manusia yang diperkirakan sudah berusia ratusan tahun itu, sudah dirapihkan dan dilindungi.

Termasuk tempat upacara keagamaan Aluk Todolo, yang terletak di samping kanan patung Keluarga Kudus Nazareth, juga dilindungi seperti aslinya. Mgr. John mengakui, ayah kandungnya adalah penganut sekaligus pemimpin ibadah Aluk Todolo, yang biasanya dilaksanakan di Sa’pak Bayo-bayo. Namun, menjelang wafat, sang ayah kemudian memeluk agama Katolik.

Keunikan Sa’pak Bayo-bayo

Objek wisata rohani Sa’pak Bayo-bayo disebut unik karena di dalam kawasan seluas kurang lebih 5 hektar tersebut, terdapat batuan karts yang menjulang dengan gua-gua lengkap dengan stalaktik dan stalagmitnya. Juga terdapat beberapa gua alam (lo’ko), yang beberapa diantaranya masih digunakan warga setempat untuk sebagai makam keluarga.

Di tempat ini juga masih banyak terdapat kuburan tua dengan tengkorak-tengkorak manusia, yang jumlahnya ratusan, tersebar di beberapa gua. Di lokasi ini, juga terdapat kuburan tua yang sudah berusia ratusan tahun, gua-gua alam, sungai kecil, sungai bawah tanah, dan pepohonan yang rindang. Tidak jauh dari lokasi jalan salib ini terdapat tempat pemujaan agama suku, yang sampai sekarang masih (meski sudah jarang) digunakan oleh para penganut kepercayaan.

Terdapat juga sumur tua yang dikenal warga setempat dengan sebutan “bubun Puang Sa’pak Bayo-bayo”. Tempat ini didesain menyatu dengan alam dan budaya setempat. Di dalam kawasan ini juga sudah mulai dibangun tempat ziarah Keluarga Kudus dari Nazareth. Juga ada rute jalan salib, yang menceritakan perjalanan dan saat-saat akhir kehidupan Yesus Kristus di dunia.

Pertama di Dunia

Setelah melakukan penelusuran dan penelitian di seluruh dunia, panitia pembangunan Pusat Ziarah Keluarga Kudus Nasareth Sa’pak Bayo-bayo, mengklaim bahwa tempat ini merupakan pusat ziara pertama yang ada di dunia. Beberapa tempat ziarah lainnya di dunia hanya berupa ziarah Bunda Maria atau Jalan Salib. Lalu, tempat-tempat ziarah itu tidak didukung atau tidak menyatu dengan budaya setempat.

Kemudian, panitia juga akan membangun rute jalan salib di sungai untuk para manula dan penyandang disabilitas. Rute jalan salib ini lebih pendek dan lebih mudah ditelusuri dibanding rute jalan salib umum yang harus naik turun bukit batu dengan medan yang lebih berat. “Kalau jadi nanti ini rute jalan salib di sungai, ini juga akan menjadi rute jalan salib pertama di dunia yang menggunakan sungai,” ungkap Cosmas Sampe Birana, mantan Ketua Panitia Pembangunan tempat ziarah Sa’pak Bayo-bayo.

Source https://www.karebatoraja.com https://www.karebatoraja.com/tempat-ziarah-rohani-di-sangalla-ini-diklaim-sebagai-yang-pertama-di-dunia/
Comments
Loading...