Sano Nggoang : Danau Membara yang Teduh

0 48

Danau Sano Nggoang

Sano Nggoang dalam Bahasa Manggarai berarti Danau Membara. Namun, kontras dengan namanya, pemandangan danau ini justru hijau jernih nan teduh. Danau seluas 513 hektar dengan kedalaman 600 meter ini terletak pada ketinggian 750 meter di atas permukaan laut. Danau Sano Nggoang diapit dua desa yaitu Wae Sano dan Sano Nggoang. Keduanya termasuk wilayah Kecamatan Sano Nggoang, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Danau vulkanik terbesar di Kawasan Indonesia Timur ini memiliki air berwarna hijau jernih yang kadang-kadang terlihat biru kala terkena pantulan langit.

Pemandangan tersebut dapat terlihat jelas dari Puncak Golodewa yang berjarak sekitar satu jam pendakian dari Kampung Nunang, Desa Wae Sano. Jika enggan berjalan kaki, pengunjung bisa meminjam kuda tanpa pelana milik pastoran setempat untuk mengelilingi danau dan menikmati pemandangannya. Tak hanya menikmati pemandangan, beragam atraksi lain juga dapat dilakukan ketika mengunjungi danau ini. Salah satunya menikmati spa tradisional dengan berendam di air belerang. Di tempat ini terdapat tiga mata air panas, masing-masing bersuhu 30 derajat, 70 derajat, dan 100 derajat Celsius. Khusus di mata air yang bersuhu 100 derajat Celcius, sejumlah pengunjung kerap memanfaatkannya untuk merebus telur atau ubi kayu.

Untuk menuju Danau Sano Nggoang, pengunjung harus menempuh perjalanan ke Labuan Bajo terlebih dahulu. Kota pelabuhan kecil ini dapat diakses setiap hari melalui penerbangan dari Denpasar. Labuan Bajo merupakan pintu masuk utama ke Pulau Flores dan Komodo. Di tempat inilah beragam akomodasi untuk wisatawan tersedia—dari hotel berbintang hingga penginapan kelas melati atau bungalow. Sebagian di antaranya juga menyediakan akses internet. Umumnya tarif paket akomodasi yang ditawarkan berkisar antara Rp 150.000 hingga Rp 700.000 per malam.

Selanjutnya, wisatawan dapat menyewa ojek (sepeda motor) atau mobil berkapasitas 6 orang dan menempuh perjalanan selama 3 jam dari Labuan Bajo ke Sano Nggoang. Harga sewa per hari kendaraan roda dua sekitar Rp 75.000 rupiah sedang roda empat berkisar Rp 800.000 rupiah. Kondisi jalan beraspal dan sebagian bebatuan merupakan tantangan untuk dilalui. Jika ingin bermalam di Nunang sambil merasakan kehidupan dan kebudayaan masyarakat lokal, pengunjung dapat tinggal di homestay yang dikelola masyarakat.

Source http://floresecotourism.com http://floresecotourism.com/?story=the-shady-burning-lake&lang=id
Comments
Loading...