Rumah Karang Pasitoddo, Objek Wisata Alam di Kolaka Utara

0 62

Rumah Karang Pasitoddo

Kolaka Utara memiliki beberapa lokasi wisata bahari yang memiliki keunggulan tidak kalah menarik dengan objek wisata lainnya yang ada di daerah lain. Salah satu yang juga menjadi andalan di wilayah pemerintahan Bupati Rusda Mahmud dan Bobby Alimuddin Page tersebut yakni Rumah Karang Pasitoddo, sebelah selatan barat daya pesisir Lasusua.

Rumah Karang Pasitoddo berjarak kurang lebih dua kilo meter dari pesisir daratan ibukota Kabupaten Kolaka Utara. Untuk sampai ke sana hanya bisa diakses dengan menggunakan perahu. Tiang-tiang bangunan itu sendiri memanglah berdiri di atas terumbu karang dengan tipe rumah kayu dengan beratapkan seng. Karena keberadaannya di laut maka penamaannya sendiri disesuaikan dengan cara mendirikan bangunan kayu itu yang cara-caranya disebut “pasitoddo” atau dalam bahasa suku bugis berarti saling memasak.

Tidak hanya berbentuk rumah semata, agar langkah kaki lebih leluasa bejalan, beberapa pondok mini didirikan disekitarnya saling bertautan karena dihubungkan satu sama lain dengan jembatan yang terbuat dari kayu pula. Suasananya nyaman, meski terik matahari terasa panas namun serasa seimbang dengan terpaan angin laut yang berhembus di lokasi Istana ikan itu.

Awalnya, tempat tersebut merupakan pos pemantauan terumbu karang. Konon, di Kolut marak nelayan jahil yang kerap melaut namun cara-caranya lumayan ekstrim dengan menggunakan bom ikan yang diracik sendiri oleh para nelayan. Hasilnya memang melimpah, namun dibalik dari itu tanpa mereka sadari telah mengusir hewan-hewan laut tersebut hingga memilih tempat berhabitat yang baru.

Pos-pos ini memang sengaja didirikan di beberapa titik yang memiliki habitat pertumbuhan karang yang subur. Namun, agar tidak hanya berfungsi sebagai pos pantau, di tangan laki-laki yang sudah menjabat dua periode itu selaku bupati akhirnya dia kembangkan menjadi salah satu tempat wisata yang berdiri diatas terumbu karang yang cantik terutama bagi mereka yang hobby dengan olahraga memancing.

Kata Rusda, memang sebelumnya di nusantara ini tidak ada lokasi khusus tempat pemancingan di laut terkecuali harus menggunakan perahu. Maka dari itu ia memulainya menjadikan pos pemantauan itu sebagai rumah pemancingan yang berdiri diperairan. Sebab, salah satu yang menjadi tanggung jawab sebagai masyarakat Kolaka Utara tentunya diharuskan menjaga dan memantau ekosistem laut wilayah sendiri khususnya kelangsungan terumbu karang diperairan wilayah itu yang terhampar seluas 12.376 km persegi agar keberadaannya terlindungi hingga ke anak cucu masa yang akan datang.

Selain sebagai rumah karang, pria kelahiran Lasusua itu belumlah puas dengan apa yang telah ada hingga ia kembangkan lokasi tersebut berfungsi sebagai tempat konservasi terumbu karang di Kolut. Berhasil, dengan menggandeng berbagai pihak, pertumbuhan karang-karang remaja pun terus dikembangkan dan diperluas keberadaannya.

Kata dia, dorongan itu dikarenakan hampir sebagian wilayah di negara kita kondisi karangnya telah banyak mengalami kerusakan hanya karena ketamakan sebagian pihak yang tanpa memikirkan akibat perbuatannya yang berimbas hingga beberapa generasi kedepan. Pasalnya, merehabilitasi terumbu karang bukanlah hal yang mudah namun memerlukan waktu yang terbilang lama pula.

Karang sebagai salah satu tempat favorit ikan menetap dan berkembang tentunya harus diperhatikan agar nelayan pun bisa menambah hasil tangkapannya. Apalagi untuk subsektor di bidang perikanan di Kolaka Utara setiap tahunnya mulai menunjukkan angka peningkatan dengan memberikan kontribusi terhadap produk domestik regional bruto (PDRB) kabupaten itu sebesar 8,86 persen 2013.

Meskipun masyarakat Kolut lebih cenderung berprofesi sebagai petani dengan berkebun dan bertani sebagai sektor andalan di wilayah itu, namun tidak dipungkiri bahwa produksi perikanan laut pada 2013 lalu telah tercatat 35.579,21 ton. Begitu pula dengan perikanan darat yang mulai ditingkatkan di wilayah itu juga mulai berjalan perlahan dengan penghasilan 21.586,42 ton pada tahun lalu.

Source https://gonganoa.wordpress.com https://gonganoa.wordpress.com/2015/12/10/wisata-bahari-di-rumah-karang-pasitoddo-kolaka-utara/
Comments
Loading...