Rumah Adat Suku Sunda Jawa Barat

0 147

Rumah adat Suku Sunda berbentuk panggung dengan ketinggian 0,5 meter sampai 1 meter di atas permukaan tanah. Pada rumah-rumah yang lebih tua umurnya tinggi kolongnya mencapai 1,8 meter. Pada umumnya, masyarakat Suku Sunda pada masa lampau memanfaatkan kolong tersebut untuk memelihara ternak seperti sapi, kuda, dan juga untuk menyimpan alat-alat pertanian seperti cangkul, bajak, garu, dan lain sebagainya. Untuk naik ke rumah, pemilik harus naik tangga yang dinamakan Golodog. Tangga tersebut rata-rata terbuat dari kayu atau bambu. Biasanya terdiri dari tiga anak tangga. Golodog memiliki makna dan untuk membersihkan kaki sebelum naik dan masuk ke dalam ruang utama rumah.

Rumah adat Suku Sunda memiliki nama yang berbeda-beda tergantung dari bentuk atap dan pintu rumahnya. Secara tradisi atap rumah ada yang bernama Suhunan Jolopong, Tagong Anjing, Badak Heuay, Perahu Kemureb, Jubleg Nangkub, Capit Gunting, dan Buka Pongpok. Dari semua bentuk tersebut, Bentuk Suhunan Jolopong adalah bentuk atap yang paling sederhana dan banyak dijumpai di daerah-daerah cagar budaya ada di desa-desa wisata.

Ruang dari rumah dengan atap berbentuk Jolopong memiliki desain interior yang sederhana. Hanya terdiri atas ruang depan disebut emper atau tepas, ruang tengah disebut dengan tengah imah atau pertengahan, ruang belakang yang terdiri atas dapur disebut pawon, ruangan untuk menyimpan beras disebut pedaringan, dan ruangan samping disebut pangkeng.

Dari sisi filosofis, rumah adat Suku Sunda, memiliki makna yang mendalam terhadap kehidupan. Ringkasnya ialah nama suhunan rumah adat Suku Sunda ditujukan untuk menghormati alam sekelilingnya. Hampir disetiap rumah dibangun tanpa menggunakan paku atau besi sebagai penopang dan perekat antar materialnya. Untuk menguatkan antar tiang digunakan paseuk atau tali dari ijuk. Sedangkan atap ditutup menggunakan ijuk, daun kelapa, atau daun rumia. Lantainya, menggunakan papan kayu atau palupuh. Rumah adat tersebut bukan digunakan sebagai benteng namun memang ditujukan untuk melindungi manusia dari hujan, angin, terik matahari, dan binatang buas.

Untuk mempelajarinya secara lebih lanjut, Anda bisa datang ke Akanoma Studio Bandung, atau Anda bisa mampir ke Rumah Adat Kampung Pulo. Kampung pulo merupakan suatu perkampungan yang terdapat di dalam pulau di tengah kawasan Situ Cangkuang. Kampung pulo terletak di Desa Cangkuang, Kampung Cijakar, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat. Kurang lebih berjarak 2 km dari Kecamatan Leles dan 17 km dari kota Garut. Dari Abadi Leles Photo Studio Anda ambil jalan ke utara menuju Jalan Kiansantang, kemudian ke Jalan Raya Leles Garut.

Source http://panduanwisata.id http://panduanwisata.id/2014/10/09/mengenali-rumah-adat-suku-sunda/
Comments
Loading...