Rumah Adat Sasadu, Maluku Utara

0 54

Rumah Adat Sasadu

Rumah adat sasadu adalah desain rumah adat asli masyarakat suku Sahu yang ada sejak zaman dulu di Halmahera dan desainnya menggambarkan tentang falsafah kehidupan orang Sahu dalam bermasyarakat. Ada banyak ciri khas dari rumah adat Maluku Utara ini baik dari segi arsitektur atau kandungan nilai filosofisnya.

 

 

Rumah sasadu ini sebetulnya bukanlah desain rumah untuk tempat tinggal namun sejak awal difungsikan sebagai balai adat atau tempat pertemuan seluruh masyarakat Sahu saat ada kegiatan adat. Fungsi ini berpengaruh pada desain dan juga struktur rumah adat ini.

Struktur dan Arsitektur Rumah Adat Sasadu

Karena digunakan sebagai tempat untuk pertemuan banyak orang, maka desain dari rumah adat Maluku Utara ini juga luas, tidak memiliki dinding dan hanya terdiri dari satu ruang saja tanpa sekat sehingga bersifat terbuka dan hanya terlihat memiliki beberapa tiang penopang.

 

 

Tiang penopang tidak memikul berat lantai seperti rumah adat lain di Indonesia. Rumah sasadu ini bukan jenis rumah panggung dan tiang hanya digunakan untuk menopang kerangka atap rumah. Sedangkan untuk bagian lantai terhampar diatas permukaan tanah dan tiang penopang terbuat dari material batang kayu sagu yang bisa ditemukan dengan mudah di Maluku Utara.

 

 

Tiang penopang dihubungkan antara satu dengan yang lain memakai balok penguat namun tidak menggunakan paku. Balok penguat akan direkatkan pada tiang memakai pasak kayu dan di beberapa bagian balok penguat digunakan juga sebagai tempat duduk. Antara balok tersebut kemudian ditambahkan dengan susunan bambu atau kayu yang membentuk dipan.

Beberapa tiang tidak terhubung dengan yang lain untuk membentuk jalan sebagai tempat keluar dan masuk rumah. Setidaknya, ada sekitar enam jalan masuk ke dalam rumah adat ini yakni dua pintu bagi wanita, dua pintu untuk pria dan dua pintu lain untuk tamu. Sementara bagian atap rumah adat ini menggunakan material bambu yang diikat dengan ijuk untuk rangka atap. Sedangkan bagian atapnya memakai anyaman daun sagu atau daun kelapa yang tahan lama.

 

 

Ciri Khas dan Filosofi Rumah Adat Sasadu

Ada beberapa ciri khas yang juga menjadi nilai filosofis desain rumah sasadu yang membedakan rumah adat Maluku Utara ini dengan rumah adat lainnya.

 

 

  • Sasadu adalah rumah terbuka yang tidak memakai dinding dengan banyak pintu. Desain ini memiliki nilai filosofi jika masyarakat suku Sahu dan provinsi Maluku Utara merupakan orang yang terbuka sehingga bisa menerima pendatang tanpa melihat perbedaan.
  • Pada atap rangka memiliki sepasang kain berwarna merah serta putih yang tergantung melambangkan kecintaan dari masyarakat provinsi Maluku Utara pada bangsa dan juga negara Indonesia dan ada juga yang mengatakan jika kain tersebut menjadi lambang kerukunan antar agama Islam dengan Kristen sebagai dua mayoritas agama di Maluku Utara.
  • Ujung atap rumah bagian bawah dibuat lebih pendek dari langit langit agar setiap orang masuk sambil menundukan kepala dan membungkukan badan dengan makna filosofis agar orang bisa selalu patuh sekaligus hormat pada semua aturan adat suku Sahu.
  • Ujung atap memiliki ukiran berbentuk seperti perahu yang melambangkan masyarakat suku Sahu yang merupakan masyarakat bahari yang senang melaut.
Source https://budayalokal.id https://budayalokal.id/rumah-adat-maluku-utara/
Comments
Loading...