Rumah Adat Hibualamo, Maluku Utara

0 60

Rumah Adat Hibualamo

Rumah adat Maluku Utara selanjutnya bernama rumah adat hibualamo. Dari bahasa asli setempat, hibua memiliki arti rumah dan lamo yang berarti besar sehingga bisa diartikan bangunan ini menjadi rumah yang sangat besar. Ini merupakan bangunan yang terbilang baru di Maluku Utara karena baru diresmikan pada bulan April 2007 meski sebenarnya sudah ada sejak 600 tahun yang lalu. Rumah adat ini bisa hilang karena zaman penjajahan yang kemudian didirikan balai desa sebagai tempat menyelesaikan masalah dan pemerintahan.

Rumah adat ini dijadikan sebagai simbol perdamaian pasca konflik SARA tahun 1999 hingga 2001. Untuk itu, pembangunan juga memiliki perkembangan dibandingkan bentuk aslinya yang merupakan rumah panggung. Bentuk rumah aslinya berada di Pulau Kakara yang disebut dengan rumah adat hibualamo tobelo. Bangunan ini kembali didirikan karena memiliki arti tersendiri terhadap persatuan.

Konstruksi rumah adat ini berbentuk seperti perahu yang mencerminkan kehidupan maritim suku Tobleo dan Galela di area pesisir. Bangunan ini memiliki bentuk segi delapan dan dilengkapi dengan empat pintu sebagai simbol empat arah mata angin. Ketika berada di dalam, maka semua orang akan duduk saling berhadapan untuk menunjukan kesatuan dan kesetaraan.

Keunikan rumah adat Maluku Utara bernama rumah adat hibualamo ini memiliki empat warna utama yang masing masing warnanya mempunyai arti. Untuk merah melambangkan kegigihan perjuangan komunitas canga, kuning sebagai lambang kecerdasan, kemegahan dan kekayaan. Hitam melambangkan solidaritas dan juga putih yang melambangkan kesucian.

Source https://budayalokal.id https://budayalokal.id/rumah-adat-maluku-utara/
Comments
Loading...