Renungan Presiden Soekarno di Pohon Sukun Lahirkan Butir-butir Pancasila

0 14

Pohon Sukun, itu tanaman biasa yang bisa tumbuh dimana saja di bumi Indonesia. Tanaman itu selain ditanam di kebun, juga oleh warga ditanam di halaman rumah. Berbeda dengan pohon sukun di tempat lain. Pohon Sukun yang ada di Ende, Kabupaten Ende, Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur memiliki nilai penting bagi bangsa Indonesia. Betapa tidak, pohon yang berada di jantung Kota Ende tepatnya di Kelurahan Kotaraja, Ende Utara yang kini telah menjadi taman Soekarno itu, menjadi pohon permenungan Presiden Pertama Indonesia Soekarno menemukan Pancasila, yang saat ini dijadikan sebagai dasar hidup dan pandangan hidup bangsa Indonesia.

Di tengah pengasingan selama empat tahunnya di kabupaten dengan luas 2.046,6 km persegi itulah Pancasila ditemukan. Kisah pengasingan Soekarno bermula pada 14 Januari 1934, Bung Karno bersama sang istri, Inggit Garnasih serta ibu mertua (Ibu Amsi) dan anak angkatnya, Ratna Djuami, tiba di rumah tahanan yang terletak di Kampung Ambugaga, Ende. Kehidupan Soekarno dan keluarga di Ende serba sederhana dan jauh dari hiruk-pikuk politik seperti di kota besar.

Penjajah Belanda saat itu memang telah merencanakan membuang Soekarno ke daerah terpencil dengan penduduk berpendidikan rendah agar terputus hubungan Soekarno dengan para loyalisnya. Dalam buku “Bung Karno dan Pancasila, Ilham dari Flores untuk Nusantara”, di pengasingan atau pembuangan itu, malah membuat Soekarno lebih banyak berpikir daripada sebelumnya. Dia mulai mempelajari lebih jauh soal agama Islam hingga belajar soal pluralisme dengan bergaul bersama pastor-pastor di Ende.

Tak banyak yang bisa dilakukan Bung Karno di tempat pengasingan yang begitu jauh dari ibu kota itu. Saban hari, Soekarno hanya berkebun dan membaca termasuk juga memunculkan kembali jiwa seninya mulai dengan melukis hinggga menulis naskah drama pementasan. Soekarno juga dikisahkan terus mengirim surat dengan seorang tokoh Islam di Bandung bernama TA Hassan dan berdiskusi cukup sering dengan Pemuka Agama Katolik seorang pastor bernama Pater Huijtink. Aktivitas inilah lalu disebut menjadikan Soekarno lebih religius dan memaknai keberagaman secara lebih dalam.

Dia pun selalu berkontemplasi dan satu-satunya tempat favoritnya adalah Pohon Sukun itu yang saat ini disebut sebagai Pohon Pancasila. Pohon sukun itu letaknya di tengah Kota Ende dan berjarak sekitar 700 meter dari rumah kediamannya. Pohon ini juga berada persis menghadap ke Pantai Ende. Di tempat itulah, Soekarno mengaku buah pemikiran Pancasila tercetus.

Source https://news.okezone.com https://news.okezone.com/read/2018/06/01/340/1905355/renungan-presiden-soekarno-di-pohon-sukun-lahirkan-butir-butir-pancasila
Comments
Loading...