Pulau Tanjung Kunyit

0 89

Tanjung Kunyit bermayoritaskan suku Mandar dan Bugis yang sangat ramah dan baik pada pendatang. Daratan yang terpisah dari Kotabaru ini di kelilingi oleh gugus karang yang masih terawat dan memiliki potensi bahari yang sangat besar. Beberapa bangunan bahkan menyimpan sejarah kelam penjajahan belanda dan sebuah mercusuar yang masih digunakan sampai sekarang.

  

Tanjung Kunyit terletak berdekatan dengan Teluk Tamiang yang berada di wilayah kecamatan Pulau Laut Tanjung Selayar, kabupaten Kotabaru, provinsi Kalimantan Selatan. Tanjung Kunyit merupakan salah satu pulau kecil yang daratannya terpisah dari pulau Kotabaru. Pulau kecil dengan pasir putih dan mercusuar yang berdiri gagah adalah pemandangan yang pertama kamu lihat dari kejauhan.

Desa ini  dihuni oleh beberapa kepala keluarga bermayoritaskan suku Bugis dan Mandar. Suasana desa yang dikelilingi laut membuat desa ini penuh ketenangan dan kederhanaan sangat menggambarkan kearifan lokal Indonesia yang wajib dipertahankan dan jadi panutan kita bersama.

Tanjung Kunyit

Tanjung Kunyit adalah salah satu tempat liburan yang “All in one”, karena di sini ada bukit, pantai yang bersih, air laut yang jernih dan kaya akan keanekaragaman terumbu karang serta ikan untuk snorkling serta diving dengan jarak yang sangat dekat dari pulau.

Pertama mari kita bahas soal bukitnya yang memiliki mercusuar dengan 2-3 penjaga yang sangat welcome pada wisatawan. Perjalanan perlu ± 30 menit berjalan kaki dengan rute yang cukup menanjak. Waktu pendakian yang tepat ketika matahari sudah agak rendah sekitar sore hari, selain tidak panas juga dapat melihat Sunset dan Sunrise keesokan paginya.

Mercusuar juga merupakan tempat untuk menikmati pemandangan keseluruhan pulau dan bisa menjadi spot foto yang bagus. Selain bisa berkemah ala pramuka di sini juga ada 2 rumah bekas bangunan Belanda untuk para wisatawan dengan membayar Rp 20.000 kita dapat tempat berteduh dan listrik sampai jam 11 malam.

Pantai bersih dan air jernih dengan banyak terumbu karang dan ikan warna warni sudah dapat dilihat dari atas kapal ketika mendekati Tanjung Kunyit. Rumah warga langsung mengahandap laut lepas sehingga kamu akan mendapati pemandangan seperti di film Hollywood yang menambah keeksotisan pantai di sini.

Terumbu karang dan ikan yang beraneka ragam bisa terlihat jelas dari atas kapal karena air yang sangat jernih sampai di bibir pantai, sehingga merupakan surga bagi pencita snorkling serta diving. Beberapa spot hanya berjarak beberapa menit saja dengan kapal karena yang dekat dengan pantai sudah mulai rusak akibat aktivitas nelayan yang terdahulu.

Spot terumbu karang bervariasi tetapi kebanyakan spot dangkal sehingga jika tidak berhati-hati dapat menyebabkan kaki tergores atau sobek ketika berenang. Dengan bonus pulau kecil (Gosong) yang hanya ada ketika air surut.

Selain itu Tanjung Kunyit juga merupakan tempat budidaya terumbu karang, rumput laut, macam-macam ikan bahkan ada budidaya mutiara yang dapat kamu kunjungi untuk sekedar menambah pengetahuan atau berbelanja, yang pasti harga akan jauh lebih rendah sebelum di jual ke pasar.

Cerita Masyarakat

Masyarakat yang mendiami Tanjung Kunyit adalah suku Mandar dan Bugis yang dahulu kala berlayar dari Sulawesi dan sudah menetap. Mayoritas masyarakat memenuhi kehidupan sehari-hari mereka dengan bekerja sebagai nelayan dan beberapa ada yang berkebun kacang dan singkong di lereng bukit.

Aktivitas Sebagai Nelayan

Kehidupan di sini jauh dari kata modern dan pendidikan saja hanya sampai SD, untuk jenjang lebih lanjut mereka harus menyebrang selama setengah jam ke Teluk Tamiyang menggunakan sampan. Tidak jarang mereka memakai baju ganti ketika berangkat agar seragam sekolah tidak basah dan jika gelombang sangat tinggi mereka terpaksa tidak turun sekolah demi keselamatan.

Anak-anak Tanjung Kunyit

Penjaga mercusuar bergantian setiap 3 bulan sekali. Rumah di dekat mercusuar konon katanya merupakan peninggalan belanda yang pembangunanya menggunakan hellikopter untuk mengangkut bahan bangunan dari bawah. Rumah ini masih di gunakan sebagai tempat tinggal penjaga mercusuar ataupun tamu.

Wisata

Sesampainya di pelabuhan Tanjung Kunyit kita akan di sambut anak – anak yang bersedia meantarkan kita ke puncak bukit mercusuar dengan jalan kaki sekitar 30 menit. Jika memilih menginap lebih baik kamu menemui Bapak H. Sulaiman (Kades) di Teluk Tamiang untuk meminta izin sekaligus minta saran transportasi dan bermalam di Tanjung Kunyit. Bapak H. Sulaiman sudah terbiasa menerima dan menemani wisatawan sehingga sangat ramah kepada pendatang.

Transportasi Kapal

Untuk keperluan mandi bisa meminta izin kepada masing – masing rumah karena sebagian besar sudah memiliki sumur air tawar di belakang rumahnya yang di gunakan untuk mandi, minum, mencuci dan lain-lain. Hanya beberapa yang mahir berbahasa Indonesia di pulau ini, jadi tidak ada salahnya anda belajar sedikit bahasa Bugis atau Mandar selama di Teluk Tamiyang untuk memudahkan berbicara bersama warganya nanti.

Penampungan Air di Rumah Belanda

Kapal di Tanjung Kunyit bisa disewa dengan Rp 80.000 kalian dapat berkeliling pulau dengan kapal bermesin untuk mencari spot terumbu karang atau hanya sekedar ingin menikmati suasana lautan. Untuk menemukan lokasi yang bagus anda perlu beberapakali berpindah karena beberapa spot diving memiliki gelombang, kejernihan dan terumbu karang air yang berbeda.

Perjalanan Di Atas Kapal

Jika beruntung anda akan langsung menemukan spot yang airnya tenang, jernih dan banyak terumbu karang. Banyaknya spot snorkeling di perairan dangkal sehingga resikonya kaki bisa terkena terumbu karang, selain merusak terumbu karang juga bisa membuat kaki lecet. Jika kalian sudah mencintai dunia snorkeling maka jarak, panas, kulit yang menghitam dan lecet bukanlah halangan untuk menikmati indahnya surga bawah air Tanjung Kunyit.

Terumbu Karang 

Tenang saja jika tidak punya peralatan snorkling karena di Teluk Tamiyang sudah ada peralatan snorkeling untuk disewakan. Perjalanan dapat menggunakan motor, mobil pribadi atau minibus yang sangat sesak dan pengap. Di sini terdapat berbagai macam tempat budidaya rumput laut, ikan terumbu karang bahkan mutiara. Jangan heran jika hanya telkomsel yang dapat menjangkau wilayah ini itupun adanya cuman dibeberapa tempat tinggi saja.

Rute

Perjalan dapat menggunakan angkutan umum dengan cara menaiki travel dengan tujuan kota baru dengan biaya Rp 180.000, selanjutnya berpindah dengan mini bus yang menuju lontar. Perjalanan dengan minibus terbilang praktis, tidak repot, dan tidak akan salah jalan tetapi angkutan umum akrab dengan sesak dan pengap. Sesampainya di lontar kamu dapat meminta bantuan kepada bapak Kades atau warga untuk menyebrang.

Perjalanan Menggunakan Kapal

Perjalanan menggunakan motor atau mobil pribadi langsung menuju pelabuhan Batulicin dengan tujuan pelabuhan Tanjung Serdang di Kotabaru biaya sekitar Rp25.000 untuk motor dan Rp 75.000 untuk mobil. Untuk menuju Tanjung Kunyit cukup mengikuti jalan yang ada, sampai menemui pertigaan dengan plank jalan yang menunjukan arah Kotabaru 40 km ke kanan dan Lontar 70 km ke kiri.

Plank Jalan

Potensi wisata yang  sangat bagus terhambat dengan  jalan berlubang, kubangan lumpur dan tanah liat sehingga sangat diperlukan kesabaran dan kehati-hatian ekstra. Perjalanan pun memakan waktu 2,5 jam ke Lontar karena kondisi jalan yang sulit apalagi jika musim hujan.

Kondisi Jalan 

Sesampainya di pasar Lontar kamu akan menemui pertigaan jalan yang menunjukan arah menuju Teluk Tamiyang, selama perjalanan kamu akan menikmati pemandangan laut lepas hingga jalan habis. Biasanya akan ada kapal nelayan yang menyediakan penyebrangan dengan tarif RP. 50.000. Jika nanti ada tawaran Rp 200.000 dengan iming-iming transport Pulang Pergi jangan mau, karena ada kebijakan di sana saat kembali akan diantar oleh orang dari Tanjung Kunyit untuk menghindari kemungkinan tidak di jemput oleh orang yang menjanjikan Pulang Pergi tadi. Perjalanan ke Tanjung Kunyit hanya memakan waktu 15 – 30 menit dari Teluk Tamiang tergantung kondisi cuaca dan gelombang, untuk transportasi kita bisa meminta bantuan Kades, Bapak H. Sulaiman ataupun langsung mencari nelayan di sekitar Teluk Tamiang untuk minta antar, untuk biaya penyebrangan bisa dinegosiasi bersama bapak-bapak tersebut.

Biaya

Bus travel BJM – Kotabaru = Rp 180.000,

Penyebrangan Tanjung Serdang

Motor = Rp25.000

Mobil = Rp 75.000

Teluk Tamiyang – Tanjung Kunyit = RP. 50.000.sekali menyebrang

Menginap di rumah Belanda = Rp 20.000 per hari

Kapal untuk keliling Tanjung Kunyit = Rp 80.000

Biaya bisa berubah sewaktu-waktu dan mungkin ada biaya yang tidak termasuk di sini, jadi sebaiknya membawa uang lebih untuk berjaga-jaga.

Tips

  • Listrik di sini hanya didapatkan dari Genset dan Panel Surya sebagai sumber penerangan ketika malam sampai jam 11.
  • Disarankan membawa peralatan snorkeling dan roti jika ingin bermain dengan ikan kertika berenang
  • Disarankan membawa kamera underwater dan power bank.
  • Saking banyaknya lubang kamu harus sangat waspada agar tidak terjatuh ke kubangan lumpur
  • Disarankan memerikasa kesiapan mesin dan mengganti ban sebelum berangkat karena jalan yang seperti ini rawan menyebabkan ban menjadi bocor. Tenang jika bocor sepanjang jalan ada tambal ban walau jaraknya saling berjauhan.
  • Menggunakan kartu Telkomsel karena hanya ini yang memiliki sinyal di sana.
  • Yang paling penting jika anda memiliki penyakit bawaan sebaiknya membawa obat sendiri.
Source http://kadatahutahu.blogspot.com http://kadatahutahu.blogspot.com/2017/03/pesona-tanjung-kunyit.html
Comments
Loading...