Pulau Pasaran di Bandar Lampung

0 165

Pulau Pasaran

Pulau Pasaran ini boleh dibilang merupakan titik Nol Destinasi Wisata Kota Bandar Lampung. Dikatakan demikian karena diharapkan dapat menjadi tolak ukur pariwisata Bandar Lampung. Pulau yang luasnya sekitar 13 hektar ini memang tidak seterkenal dan seindah Pulau Pahawang, Pulau Kelagian, dan lainnya. Namun banyak pecinta fotografi Lampung yang datang berkunjung. Bagi mereka pulau ini memiliki daya tariknya sendiri. Tidak ada pepohonan rindang, tidak ada pasir yang putih di sini. Yang ada adalah kegiatan sehari-hari warga pulau dan warga luar pulau yang terlibat dalam pembuatan ikan teri asin. Penyuka fotografi “human interest” pasti suka dengan scene kegiatan sehari-hari warga.

Akses Menuju Pulau Pasaran

Menuju pulau yang yang hanya berjarak sekitar 200an meter dari daratan ini sangat lah mudah.  Hanya berjarak sekitar 6 (enam) kilometer dari pusat Kota Bandar Lampung. Tugu Adipura – Pulau Pasaran bisa ditempuh dalam waktu 15–20 menit. Tugu Adipura – Jalan Diponegoro – Jalan Sultan Hasanuddin – Pasar Kangkung – Jalan Laksamana Malahayati – Jalan Ikan Sebelah – setelah jembatan belok kanan di Jalan Teluk Bone. Atau belok kanan setelahnya di jalan Teluk Ratai. Kalau sudah melihat laut, tanya saja warga yang ada. Bagaimana cara menuju Pulau Pasaran. Bisa naik perahu dengan biaya yang cukup murah. Rp. 3000,- perorang. Atau bisa dengan motor, melalui jembatan yang menghubungkan daratan dengan pulau.

Keindahan Pulau Pasaran

Di waktu-waktu tertentu akan terlihat beberapa anak yang mencari kerang bulu di sekitar hutan mangrove tersebut. Juga banyak warga yang memancing ikan di sana. Sesekali coba ke Pulau Pasaran dengan menggunakan perahu. Apalagi jika mengendarai kendaraan roda empat. Lebih cocok untuk menumpang perahu yang biasa hilir mudik mengantar warga.

Dari parkiran mobil menuju dermaga saja kita sudah disuguhi pemandangan rumah-rumah penduduk. Semacam rumah panggung di sepanjang dermaga. Sebelum ada jembatan, banyak yang menyediakan jasa penitipan motor di situ. Menggunakan perahu memberikan kita pilihan spot-spot foto bernuansa beda. Tentu dari sudut yang tidak banyak orang pilih dan miliki. Apalagi kalau kita sewa dan minta untuk memutari pulau.

Bisa Dikembangkan Menjadi Destinasi Wisata Edukasi

Kawasan Pulau Pasaran sangat cocok dikembangkan menjadi wisata edukasi. Dengan sasaran masyarakat umum maupun siswa sekolah dasar dan menengah. Yang bisa dilihat dan dipelajari adalah hutan mangrove dan pembuatan ikan teri asin. Tidak menutup kemungkinan hal-hal lain yang ada di sekitar sana bisa jadi bahan pembelajaran juga. Produk ikan teri asin juga mungkin bisa jadi nilai tambah untuk wisatawan. Kalau dikemas dengan menarik dan dikombinasi dengan berbagai rasa, mungkin saja bisa dijadikan oleh-oleh yang bisa dibawa pulang.

Hasil gambar untuk Pulau Pasaran di Bandar Lampung

Alternatif Wisata Pulau Pasaran

Sudah dijelaskan di atas, Pulau Pasaran tidak seindah dan seterkenal pulau-pulau lain di Lampung. Namun nyatanya tetap saja banyak yang datang. Ada yang karena penasaran ingin tahu. Ada yang ingin berbelanja produk ikan teri asin. Ada sebagian lagi ada yang ingin berwisata, terutama wisata fotografi di sekitar pulau. Menjadikannya tempat hunting foto di Bandar Lampung.

Source https://kelilinglampung.net https://kelilinglampung.net/2017/06/pulau-pasaran-di-bandar-lampung/
Comments
Loading...