Pulau Lamukutan: Destinasi Wisata Alam di Kabupaten Bengkayang

0 51

Pulau Lamukutan

Salah satu perjalanan wisata yang merupakan andalan di Kalimantan Barat adalah Wisata Bahari, tempat wisata seperti Pasir Pajang, Pantai Kijing, PAntai Kura-kura, wisata pulau temajo, pulau Randayan dan masih banyak lagi Wisata Bahari yang dapat kita temui di Propinsi Khatulistiwa ini. Namun dari berbagai macam tempat wisata yang ada, Kru SF tertarik pada salah satu pulau yang berada di Kabupaten Bengkayang, yang memiliki keunikan tersendiri baik dari Kondisi Alam, Sosial Kemasyarakatan dan Kultur budaya nya.

Pulau tersebut sering kita dengar dengan sebutan Pulau Lemukutan. Tak banyak yang Mengetahui asal mula sebutan Lemukutan, namun dari sekian banyak cerita rakyat yang ada, jika kita lihat dari topografi pulau ini memang menyerupai badan seekor lembu. Kondisi hutan yang masih perawan, terjaga secara alami oleh masyarakat setempat, membuat pulau ini masih sangat alami.

Untuk menuju pulau tersebut, kita hanya dapat menggunakan kendaraan air yang biasanya tersedia di daerah Teluk suak, sekitar 115 Km dari Kota Pontianak, atau 32 Km dari Kota Singkawang. Angkutan penumpang tersebut yang hanya tersedia sekitar pukul 9.00 sampai dengan 10.00 WIB. Lama perjalanan dari teluk suak ke pulau lemukutan sekitar kurang lebih 1 jam. Sepanjang perjalanan sebelum sampai di pulau lemukutan, kita terlebih dahulu melewati gugusan pulau-pulau lain yang pemandangan bawah lautnya tidak kalah indah. Air yang jernih, menyebabkan dasar laut dengan tumbuhan karang berwarna-warni, dapat kita lihat langsung dari atas perahu (Motor air).

Setelah satu jam perjalanan, tibalah kita di perairan Pulau lamukutan. Dari motor air tersebut, kita harus menaiki perahu untuk dapat sampai di daratan, karena banyaknya karang yang ada, sehingga tidah boleh dilalui oleh motor air besar. Gugusan karang yang berwarna-warni akan semakin jelas terlihat saat kita menaiki perahu. Pemandangan ini pasti akan sangat menarik hati kita untuk segera terjun dan menyaksikan langsung lukisan alam nan indah. Namun pada saat pertama kali kita datang ke pulai ini, kita dilarang untuk langsung terjun menyelam, ada beberapa petua yang masih sangat di jaga oleh masyarakat setempat, dan mau tidak mau harus kita lakoni, bak pepatah tua, dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung.

Saat motor air sampai di perairan pulau tersebut, kita akan dijemput oleh seorang guide dengan menggunakan perahu, sebut saja namanya Panut. Setelah kita berada di atas perahu, kita akan dibawa untuk sampai ke daratan, sebelum sampai didaratan kita akan diberitahukan tetang beberapa petua antara lain, sebelum kuta sampai didaratan kita dianjurkan untuk mencuci muka dengan air laut sebanyak 3 kali, selain itu juga kita dilarang untuk melemparkan batu ke arah laut. Sambil berliku-liku jalannya perahu guna menghindari bertabrakan dengan karang, maka tibalah kita di pulau Lemukutan.

Di pulau ini tidah ada penginapan khusus, sehingga kita harus menginap di rumah penduduk, hal ini menimbulkan hubungan kekeluargaan yang kuat dengan penduduk setempat. Pada saat tiba, kami menginap di rumah mantan kepala desa Tanjung Karang (nama desa tempat kami singgah). Di pulau lemukutan terdapat beberapa desa yang mengitari pulau tersebut. Hari pertama tiba, kira  kami langsung disambut pak ngah, dan menginap di rumah beliau.

Pada malam pertama kami langsung di ajak untuk menangkap ikan di bagan. Penduduk asli pulau Lemukutan selain bermata pencarian berkebun, mereka juga sebagai nelayan. Satu hal yang menarik pada saat mencari ikan di bagan, dimana diatas bagan kita dituntut untuk mempunyai nyali yang besar, karena di atas bagan kita berjalan hanya diatas sebuah balok kayu bulat, sedikit saja tergelincir kuta akan terjatuh ke laut.

Tehnik penangkapan ikan denan menggunakan bagan yaitu denga cara menenggelamkan jarring yang berda di bawah bagan, selanjutnya diatas permukaan air dimana jarinbg tersebut ditengelamkan, di berikan penerangan dengan lampu petromak. Lapu tersebut berfungsi sebagai alat pemanggil ikan, yang mana kebiasaan ikan adalah mengejar cahaya pada malam hari, dan mengitari smbercahaya dimaksud. Hal ini lah yang meyebabkan mengapa sering kita dengar bahwa pada saat bulan terang ikan sulit ddapat, karena ikan menyebar menuju cahaya bulan.

Setelah ikan banyak berkumpul mengitari lampu, maka secara perlahan kita angkat jarring tersebut dengan menggunakan alat yang telah dirancang secara sederhana, agar jarring dapat di angkat dengan mudah dan dapat mengepung ikan yang mengitari lampu. Inilah kegiatan pada malam hari yang dapat kita lakukan, namun sayangnya menurut adapt istiadat setempat, hanya laki-laki yang diperbolehkan ke bagan, apa lg wanita yang sednag datang bulna sangat dilarang untuk ke bagan. Menurut kepercayaan mereka hal itu dapat mengurangi hasil tangkapan.

Setelah selesai manangkap  ikan di bagan, kita mulai pulang membawa hasil tangkapan pada dini hari menjelang matahari terbit. Setelah sarapan  dan istirahat, pada pagi harinya kita dapat melakukan diving/menyelam menikmati pemandangan bawah laut yang indah. Kondisi alam yang sangat terjaga secara alami, membuat air laut di sekitar kepulauan lemukutan sangatlah jernih sehingga memudahkan kita untuk menikmati pemandangan dasar lautnya.

Kedalaman air antara 2 sd 3 meter sangat memudahkan bagi para penyelam pemula. Didasar laut kita dapat menikmati beraneka ragam tumbuhan laut yang berwarna warni, ikan2 yang indah-indah dan beraneka ragam. Pemandangan bawah laut kepulauan lemukutan tidaklah kalah indahnya dengan pemandangan bawah laut yang ada di seluruh wilayahIndonesia bahkan dunia. Tak terasa telah hamper 4 jam kami menikmati pemandangan bawh laut, hinga tak engan untuk mengakhirnya. Namun kondisi tubuh ang mulai kedinginan membuat kita mengakhiri penyelaman.

Selesai meyelam, kami beristirahat siang, dan pada sore harinya kami melakukan kegiatan silaturahmu dengan penduduk dan melakukan olahraga volyball dengan pemuda setempat. Untuk pulang ke singkawang, kitra harus meniunggu keesoka harinya, karena motor penungpang yang menjadi sarana transfortasi satu-satunya hanya ada sekali dalam sehari dan itu di waktu pagi hari. Keesokan harinya, kamipun betangkat pulang menuju singkawang denga mengunakan kapal motor air. Demikian lah sedikit pengelaman perjalan kami ke pulau lemukutan. Semoga menjadi suatu daya tarik bagi kawan2 untuk juga dapat menikmatinya.

Source https://www.google.co.id https://wisatalemukutan.wordpress.com/profil-pulau-lemukutan/
Comments
Loading...