Pulau Kajadoi, Tempat Destinasi Wisata Alam Sikka

0 31

Pulau Kajadoi

Pulau Kajadoi merupakan salah satu destinasi wisata alam yang terletak di teluk Maumere, sebelah selatan Pulau Gete (Pulau Besar). Di Flores Pulau Gete biasa disebut juga dengan Pulau Besar. Desa Koja Doi masih mencakup Pulau Koja Doi yang terletak di kecamatan Alor Timur, Kabupaten Sikka, berjarak 28 km dari Kota Maumere. Sebenarnya, untuk mencapai sini dari Kota Maumere cukup mudah dan tidak terlalu jauh. Dari Maumere menuju Pulau Koja Doi dapat menggunakan perahu motor yang ada di pelabuhan Laurensius Say di Maumere. Namun, jika dari sini perlu memakan waktu lebih lama untuk bisa sampai ke lokasi yaitu sekitar 2 jam perjalanan laut.

 

Alternatif lainnya, bisa dari desa Nangahale yang berada di kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka. Untuk bisa sampai ke desa Nangahale, terlebih dahulu menggunakan motor atau alat transportasi darat lainnya, lama waktu perjalanan adalah selama 40 menit dari Maumere, setelah itu baru menuju Pulau Koja Doi. Dari desa Nangahale hanya perlu waktu 1 jam menggunakan perahu motor untuk sampai ke lokasi. Perahu motor untuk akses menuju lokasi Yang membuat pulau Koja Doi unik adalah jalan berbatu yang digunakan masyarakat untuk menyeberang ke pulau. Ketika air pasang, seakan kita berjalan di atas laut.

Pulau di sini terlihat seperti menyatu padahal tidak, dan ini baru terlihat ketika kita sudah semakin dekat dengan pulau, gugusan pulau tersebut hanya saling berdekatan. Pulau Koja Doi letaknya dekat dengan Pulau Gete (Pulau Besar), hanya berjarak 500 meter saja dan dipisahkan oleh selat dangkal. Perahu motor yang tiba di Pulau Koja Doi seringkali berlabuh pada jembatan batu yang menjadi penghubung antara Pulau Koja Doi dan Pulau Gete, di sini tidak ada dermaga khusus. Jembatan batu yang dibuat oleh warga ini berupa tumpukan batu vulkanik pada batu karang. Tidak ada semen atau beton, oleh karena itu permukaan jembatan masih kasar dan bagi yang belum terbiasa melaluinya,

Tidak bisa berjalan dengan cepat. Bongkahan batu vulkanik sebesar kepala ditumpuk-tumpuk menjadi satu, hingga selebar kurang lebih 2 meter. Jadi, bagi B’timers yang baru pertama kali melewati jembatan ini, harus ekstra hati-hati agar tidak terjatuh ke laut. Jembatan yang membentang di tengah laut dan menghubungkan antara dua pulau ini menjadi salah satu daya tarik utama dari pulau Koja Doi.  Jembatan di tengah laut yang sangat unik Selain itu, keadaan pantai di pulau Koja Doi sangatlah indah, pasir putih dan air lautnya masih jernih. Anda bisa menyaksikan langsung dari permukaan air keindahan terumbu karang yang berada di dasar laut.

Tak heran jika terkadang beberapa spot digunakan oleh orang-orang untuk diving. Jarak yang agak jauh dari Maumere membuat pulau Koja Doi yang tidak terlalu besar ini hanya dihuni kurang lebih 150 keluarga. Sebagian besar suku yang mendiami adalah suku Bajo. Menurut warga setempat, asal mula nenek moyang penduduk pulau Koja Doi berasal dari Pulau Buton, Sulawesi Tenggara. Mayoritas agama di sini adalah Islam dan rata-rata mata pencaharian mereka adalah nelayan. Biasanya pekerjaan ini dilakukan oleh kaum lelaki di sini, sedangkan untuk para wanitanya terkadang.

Mereka mengisi waktu dengan menenun dan mencari kerang atau ikan untuk menambah penghasilan. Pulau kecil nan penuh pesona Kehidupan masyarakat Pulau Koja Doi sangatlah sederhana, bahkan terbilang masih minim fasilitas. Untuk kebutuhan listrik saja, masih belum tersedia di sini. Oleh karena itu, warga harus menggunakan genset dan solar cell yang memanfaatkan tenaga surya untuk digunakan pada malam hari.   Saat berkunjung ke pulau ini, B’timers tidak hanya dapat menikmati suasana pantai yang indah tetapi juga dapat belajar dari kehidupan warga yang sederhana sambil menikmati keindahan alam Flores. (BK)

Source http://breaktime.co.id http://breaktime.co.id/travel/destination/pesona-pulau-koja-doi-dan-koja-gete-maumere-flores.html/more
Comments
Loading...