Pesona Keindahan Air Terjun Widuri Grobogan Jateng

0 102

Air Terjun Widuri

Air Terjun Widuri merupakan salah satu obyek wisata yang ada di Grobogan. Panorama keindahan alam Air Terjun Widuri yang sangat menarik untuk dikunjungi saat liburan, pesonanya yang masih terlihat alami ini memberikan daya tarik tersendiri bagi para pengunjung, terlebih dengan mitos-mitosnya. Wisata air terjun Widuri ini sangat ramai dikunjungi oleh wisatawan lokal maupun luar kota di hari sabtu dan minggu. Secara grafis air terjun widuri tersebut di apit oleh gunung Kendeng bagian selatan dan pegunungan Kendeng Utara batas wilayah Grobogan, yaitu perbatasan Pati selatan dengan Grobogan utara.

Akses Air Terjun Widuri 

Lokasi terletak di tengah kawasan hutan jati Desa Kemaduh Batur, Kecamatan Tawangharjo, Aksesibilitas berjarak kurang lebih 21 km sebelah timur laut kota Purwodadi di jalan raya Purwodadi Blora km 17. Kabupaten Grobogan, Air terjun widuri memiliki tinggi kurang lebih 50 meter. Hingga sampai sekarang Wana wisata air terjun widuri tersebut masih berkembang, yang pembangunannya dikelola oleh swadaya masyarakat dan akses jalannya di bangun PNPM Mandiri serta LH (lingkungan hidup).

Disamping wisata tersebut sangat berpotensi, juga terlihat memajukan desa yang tertinggal, dan sangat membantu bagi para pecinta alam untuk menikmati suasna tersebut, dan pencari ispirasi, karana wisata tersebut adalah salah satu wisata yang sangat berkembang kususnya di kabupaten Grobogan. Mesti agak berbukit turun naik jika ingin ketempat lokasi air terjun, namun hawanya sangat sejuk dan bisa melihat pemandangan yang indah disekitarnya. Tak hanya panoramannya yang sangat menarik dan indah, selain itu pemandian air terjun tersebut dipercayai warga setempat dan warga luar daerah bisa sebagai pelantara atau sarana penyembuhan penyakit kulit di hari tertentu, jika mandi ditempat itu.

Asal Mula Air Terjun Widuri 

Dan nama Widuri sendiri berasal dari kata Widodaren (Bidadari). Menurut cerita warga setempat, “konon suatu hari Jaka Tarub berangkat berburu di kawasan Gunung Keramat tersebut, lalu Jaka Tarub di gunung itu melihat sebuah telaga, tempat tujuh bidadari mandi. Jaka Tarub mengambil selendang salah satu bidadari. Ketika 7 bidadari selesai mandi, enam dari tujuh bidadari tersebut kembali ke kahyangan. Sisanya yang satu bidadari tersebut bingung mencari selendangnya, karena tanpa itu ia tidak mampu terbang. Akhirnya munculah Jaka Tarub yang datang menolong bidadari yang bernama Dewi Nawangwulan, hingga bidadari tersebut bersedia ikut pulang kerumahnya. Kemudian Keduanya menikah dan mendapatkan seorang putri bernama Dewi Nawangsih.

Source wisata grobogan
Comments
Loading...