Penomena Sungai Babatan Pedamaran

0 23

Sungai Babatan Pedamaran

Salah satu kecamatan dari 18 kecamatan yang ada di Kabupaten OKI yaitu Kecamatan Pedamaran yang bisa dibilang juga kecamatan yang paling tua di Kabupaten OKI. Hal yang menarik di daerah ini adalah Sungai Babatan yang setiap harinya digunakan sebagai jalur tranportasi air yang menghubungkan antar kecamatan maupun kota lainnya. Sungai Babatan ini mengalir sampai ke Sungai Musi yang terletak di Kota Palembang.
Di sungai ini ada yang namanya rumah terapung (rakit) masyarakat yang kesehariannya hidup dalam kerajian/ kegiatan membuat kerupuk kemplang. Mulai dari yang bernilai 100% sampai nol %. Kerupuk kelempang ini sudah terkenal sampai kepelosok negeri yang ada di Indonesia bahkan ke luar negeri sekalipun.
Selain itu masyarakat pedamaran juga ada yang menangkap ikan secara tradisional, baik penangkap melalui jaring (pukat), jala (jalo), tajur, mancing, rawai dan jenis lainnya. Anak sungai dari Sungai Babatan ini juga cukup banyak sehingga setiap setahun sekali diadakan Lelang Lebak Lebung (L3) yang dilaksanakan dikantor kecamatan.
Berbagai jenis ikan sudah mulai berkurang, bahan baku kerajian sudah semakin sulit, dan air pun sudah mulai ada tanda-tanda tercemar. Namun dalam hal ini tidak ada yang perduli, terutama masyarakatnya sendiri yang selalu sibuk dengan kegiatan sehari-hari.
Memang benar untuk membuktikan hal tersebut tidak gampang apalagi hal tersebut dikeluhkan oleh beberapa orang saja. Tapi mau atau tidak mau dan sadar atau tidaknya masyarakat, selain adanya faktor alam yang berpengaruh, hal tersebut juga bisa jadi akibat dari adanya industri sawit yang semakin mengancam kehidupan masyarakat setempat.

Dan itu jelas, yang tadinya bahan baku purun sebagai bahan baku dari pembuatan tikar purun dapat diperoleh dengan sangat mudah, sekarang sudah sulit untuk diperoleh atau bahkan hampir tidak ada, yang tadinya jenis ikan ribuan sekarang sudah sangat berkurang, atau boleh dikatakan bisa dihitung dengan jari tangan saja. Ditambah lagi dengan air yang mulai tercemar. Sebelumnya air tersebut bisa dikonsumsi, sekarang dimasakpun belum tentu berani untuk di minum.
Penggunakan kayu yang selama ini mudah dicari untuk keperluan rumah, sekarang hampir punah karena semua sudah diwarna hijau dengan lahan sawit, hal ini menjadi sebuah pertanyaan, “siapa yang salah atau masyarakatnya yang bodoh. Dari hasil investigasi di duga perusahaan yang ada di OKI masih belum ada yang namanya AMDAL atau Dinas Terkait memang tutup mata? Hal ini dapat menyebabkan Kecamatan Pedamaran terancam Tandus. Pedamaran sebagai kecamatan yang banyak melahirkan orang-orang pintar, sekarang bodoh di daerahnya sendiri.
Source http://mypalembang.blogspot.com http://mypalembang.blogspot.com/2013/04/penomena-sungai-babatan-pedamaran.html
Comments
Loading...