Pantai Tapoahi, Destinasi Wisata Pantai di Bombana

0 63

Pantai Tapoahi

Pantai Tapoahi terletak tidak jauh dari pusat perekonomian sekaligus ibukota Kabupaten Bombana, yaitu Kasipute (Rumbia). Tepatnya pada koordinat 4°47’37,77” LS dan 122°4’49,08” BT, di ujung timur kabupaten ini. Dari lokasi penambangan emas, pantai ini dapat ditempuh selama kurang lebih 1 jam perjalanan, dengan kondisi jalan yang relatif baik. Kendaraan roda dua atau lebih dapat mencapai tempat ini, mobil bahkan dapat masuk hingga ke zona pasang surut air laut.

Lokasinya yang dekat dengan pusat ibukota, membuat pantai ini menjadi destinasi wisata utama bagi warga Bombana saat liburan atau akhir pekan. Arusnya yang tenang tak berombak dan dangkal membuat pantai ini cukup aman dan nyaman untuk berendam, bermain air, atau berenang. Tidak banyak batu-batu karang di dasarnya, sehingga tak perlu khawatir mengalami cedera karena menabrak batu karang saat berenang. Hanya di sudut-sudut pantai batu karang tampak muncul ke permukaan air.

  

Saat surut, kedalaman pantainya bahkan hanya sekitar 1 meter dan merata hingga jauh ke tengah laut, sehingga garis pantainya pun nampak lebih luas dari biasanya. Airnya pun cukup jernih hingga kita bisa melihat kaki kita saat bermain air di dalam air. Namun, kondisi yang jauh berbeda terjadi saat air pasang. Pantai yang tenang dan bersih ini akan berubah 180° menjadi berombak serta tercemar lumpur dan rempah ranting. Garis pantainya pun bergeser jauh ke daratan hingga mencapai tepi jalan dan kedalaman air naik hingga setengah meter lebih dalam.

Parkir kendaraan misalnya, untuk yang menggunakan sepeda motor memang tidak masalah, tetapi bagi pengunjung yang menggunakan mobil dan sejenisnya kerap kesulitan mencari lahan parkir. Sebab saat musim liburan, lahan kosong di tepi pantai sudah penuh dengan kendaraan bermotor. Akibatnya, mobil pun menumpuk di tepi jalan yang sejatinya hanya seukuran 1 mobil. Memang lahan kosong yang tersedia tidak cukup luas karena lokasinya yang berada di kaki perbukitan batuan metamorf Kompleks Pompangeo. Tapi, jika semak belukar yang tumbuh diantara jalan dan pantai dibersihkan, maka akan tersedia area parkir yang cukup luas.

Di beberapa sudut jalan menuju pantai ini pun ada beberapa tambang sirtu yang menggunakan alat berat sehingga berpotensi merusak jalan yang memang tidak beraspal. Secara geologis, batuan tersebut sebenarnya kurang baik untuk bahan konstruksi karena terdiri dari sekis mika yang getas. Selain itu, batuan ini juga bernilai ilmiah karena merupakan salah satu batuan tertua di kaki Pulau Sulawesi. Batuan berumur Paleosen tersebut menjadi batuan dasar dari formasi-formasi yang lebih muda, seperti Fm. Langkowala dan Fm. Boepinang (Simandjuntak drr., 1993). Jadi, singkapan batuan tersebut sangat berharga bagi ilmu kebumian.

Source https://iqbalputra.wordpress.com https://iqbalputra.wordpress.com/2012/04/08/pesona-bombana-pantai-tapoahi/
Comments
Loading...