Pantai Tanjung Dewa Yang Menawan di Kalimantan Selatan

0 170

Pantai Tanjung Dewa

Kalimantan Selatan sangat kaya akan potensi keindahan alamnya. Setiap orang pasti akan berdecak kagum saat menikmati keindahan alam Kalimantan Selatan. Tidak sedikit para wisatawan dari dalam maupun luar negeri yang telah menginjakkan kaki di bumi Lambung Mangkurat ini dan ingin kembali lagi untuk menikmati keindahan alam Kalimantan Selatan. Selain keindahan alam, keramah-tamahan warganya juga menjadi daya tarik sendiri bagi para wisatawan.

Bisa dibilang setiap kabupaten/kota di Kalimantan Selatan memiliki objek wisata andalan. Kabupaen Tanah Laut misalnya, banyak objek wisata yang terdapat di kabupaten ini. Karena letaknya berbatasan langsung dengan laut Jawa, maka tidak heran jika kabupaten Tanah Laut memiliki pantai sebagai objek wisata andalanya. Objek wisata pantai yang cukup terkenal adalah pantai Batakan dan pantai Takisung. Namun, kali ini saya tidak akan membahas tentang dua pantai tersebut. Ada satu pantai yang mungkin hanya sedikit orang saja yang mengetahuinya, padahal potensi keindahan alamnya tidak kalah indahnya dibandingkan dengan pantai-pantai lainnya. Pantai tersebut adalah Pantai Tanjung Dewa.

 

Pantai Tanjung Dewa terletak di Desa Tanjung Dewa Kecamatan Panyipatan Kabupaten Tanah Laut. Hanya dengan menempuh jarak sekitar 100 km dari kota Banjarmasin maka kita sudah tiba di pantai Tanjung Dewa. Jarak yang tidak terlalu jauh ini memungkinkan kita untuk dapat berakhir pekan ke pantai Tanjung Dewa ini kapanpun kita mau. Perjalanan menuju pantai Tanjung Dewa ini sangat tidak membosankan karena kita akan melintasi areal persawahan dan pegunungan yang hijau dan indah. Sangat cocok untuk melepaskan kepenatan terhadap rutinitas harian kita.

Beberapa pantai di Kalsel lebih menonjolkan pesona pasirnya, namun pantai Tanjung Dewa sedikit berbeda yaitu dengan keindahan karangnya yang lebih mempesona. Pantai Tanjung Dewa memiliki 2 bagian, ada bagian yang berpasir dan ada juga yang berkarang. Jika kita duduk di atas salah satu karangnya, maka sangat tepat untuk menikmati landscape pantai dan laut secara bersamaan. Tidak hanya itu saja, selain bisa menikmati keindahan laut dan pantai kita juga bisa menikmati keindahan pegunungan dari kejauhan. Saat cuaca cerah lekuk-lekuk gunung akan sangat jelas terlihat.

Tidak jauh dari pantai Tanjung Dewa ada terdapat pulau kecil yang biasa disebut warga dengan sebutan Pulau Datu. Di pulau ini terdapat makam seorang wali yang disebut dengan Datu Pamulutan yang sering diziarahi oleh masyarakat. Datu Pamulutan ini bukan nama asli beliau melainkan hanya sebutan/gelar yang diberikan masyarakat karena semasa hidup beliau suka mamulut (cara berburu dengan menggunakan getah, biasanya untuk berburu unggas) burung.  Menurut cerita warga setempat dahulunya pulau Datu dan pantai Tanjung Dewa merupakan satu kesatuan, namun karena proses alam maka akhirnya pulau Datu dan pantai Tanjung Dewa terpisah.

Jika kita ingin ke Pulau Datu kita tinggal menyewa perahu yang ada disana. Kita tidak perlu merogoh kocek dalam-dalam karena biayanya tidak terlalu mahal. Berdasarkan kalender wisata pada bulan Maret ini akan dilaksanakan haul Datu Pamulutan di desa Tanjung Dewa tersebut. Selain bisa menikmati wisata alam kita juga bisa menikmati wisata religius disana.

Keindahan pantai Tanjung Dewa seharusnya mendapat perhatian ekstra dari pemerintah agar dapat dikelola secara serius. Kurangnya promosi akan pantai ini sepertinya merupakan masalah utama kenapa sangat jarang orang yang mengetahuinya. Mungkin Urang Banua sendiripun masih banyak  yang asing jika mendengar nama Pantai Tanjung Dewa. Nah, mumpung Visit Indonesian Year 2009 maka tidak salah kiranya jika pantai Tanjung Dewa diperhitungkan sebagai salah satu objek wisata alam yang dapat memikat hati para wisatawan baik lokal maupun manca negara karena keindahan pantai karangnya yang menawan.

Source https://abdicted.wordpress.com https://abdicted.wordpress.com/2009/03/14/pantai-tanjung-dewa-yang-menahttps://abdicted.wordpress.com/2009/03/14/pantai-tanjung-dewa-yang-menawan/wan/
Comments
Loading...