Pantai Satiruk, Surga Wisata Tersembunyi di Kotawaringin Timur

0 27

Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah memiliki banyak objek wisata yang belum digarap maksimal, salah satunya adalah Pantai Satiruk yang diibaratkan menjadi surga wisata alam masih tersembunyi.

Pantai Satiruk diambil dari nama desanya yakni Desa Satiruk. Desa ini merupakan desa terujung di Kecamatan Pulau Hanaut yang langsung menghadap Laut Jawa. Hamparan pasir putih sepanjang sekitar 25 kilometer, langsung memanjakan mata para pengunjung yang menginjakkan kaki di pantai ini. Pantainya bersih dan cukup aman untuk dijadikan tempat bermain air. Pantai ini juga masih aman dari hantaman abrasi, sehingga keindahan pantainya diperkirakan akan selalu terjaga.

Hasil gambar untuk Pantai Satiruk, Surga Wisata Tersembunyi di Kotawaringin Timur

Tiba di Pantai Satiruk benar-benar membuat wisatawan merasa menyatu dengan alam. Suasana hening dari hiruk-pikuk aktivitas manusia, hanya terdengar deburan ombak yang sesekali diselingi kicauan burung bersahutan.

Tidak hanya keindahan pantainya, Pantai Satiruk juga masih memiliki hutan bakau masih alami yang merupakan habitat berbagai jenis burung. Pengunjung bisa dengan mudah mendapati sekawanan burung bangau, camar, dan jenis burung lainnya sedang asyik mencari makan di pantai atau terbang bergerombol di sekitar rimbun pepohonan. Masyarakat setempat yang umumnya berprofesi sebagai nelayan, sangat menjaga kelestarian alam di desa mereka.

Hasil gambar untuk Pantai Satiruk, Surga Wisata Tersembunyi di Kotawaringin Timur

Wisata susur sungai ini akan memberikan pengalaman baru yang sangat menarik bagi wisatawan. Setelah puas dengan pemandangan sungai, wisatawan akan disuguhi keindahan alam Pantai Satiruk yang begitu mengagumkan. Keindahan alamnya benar-benar mampu memberikan penyegaran yang membuat pengunjung sejenak bisa melupakan masalah dan rutinitas sehari-sehari.

Source https://kalteng.antaranews.com https://kalteng.antaranews.com/berita/272363/pantai-satiruk-surga-wisata-tersembunyi-di-kotawaringin-timur
Comments
Loading...