Obyek Wisata Waduk Riam Kanan di Kabupaten Banjar

0 90

Berperan penting sebagai pengatur tata air, mencegah erosi dan banjir, sebagai objek wisata alam, danau / waduk ini memiliki bentang alam yang menarik dengan panorama danau, lembah dan bukit disekelilingnya serta untuk kegiatan olahraga air. Pegunungan Meratus yang indah dan hijau mengelilingi Danau Riam Kanan. Di tempat ini ada Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Ir Pangeran Mochamad Noor atau yang lebih popular dengan nama Waduk Riam Kanan. Danau luas ini selalu ramai dikunjungi wisatawan, khususnya di akhir pekan.

Ingin ke danau ini, Anda harus berkendara beberapa menit ke pelabuhan kelotok yang berada di Jalan Ir Pangeran Mochamad Noor, Desa Tiwingan Baru, Kecamatan Aranio, Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Posisinya agak ke bawah sedikit dari kantor Waduk Riam Kanan tadi. Di sana ada pelabuhan kecil bernama Pelabuhan Tiwingan Baru. Danau yang airnya berwarna hijau ini menawarkan pemandangan alam yang indah. Danau tersebut dikelilingi perbukitan dan banyak desa yang menawarkan panorama alam yang asri.

Suasana tenang sangat terasa, ditambah dengan pemandangan alam di sekitarnya, pepohonan hijau yang rimbun tampak mendominasi tepian danau serta perbukitan yang mengelilinginya. Di tengah-tengah danau, sesekali tampak pondok-pondok kayu terapung yang di sekitarnya ada jala-jala nelayan setempat. Mereka rupanya di waktu-waktu tertentu menebar jala untuk menangkap ikan yang hidup di danau ini. Semilir angin berhembus, menambah kesan damainya kehidupan warga setempat. Di pelabuhan tersebut, ada banyak perahu bermotor atau biasa disebut kelotok yang siap mengantarkan para wisatawan mengarungi danau tersebut.

Danau ini bukanlah danau yang terbentuk secara alami, tetapi buatan. Menurut sejarahnya, proses pembuatan danau dan waduk ini dimulai pada 1958 silam, diprakarsai oleh Ir Pangeran Mochamad Noor yang merupakan Gubernur pertama Kalimantan Selatan dan mantan Menteri Pekerjaan Umum di era pemerintahan Presiden Soekarno. Waduk tersebut diresmikan oleh Presiden Soeharto pada 1973. Menurut seorang motoris kelotok setempat, Hasbi, dulu ada dua desa yang ditenggelamkan tersebut.

Source http://bappelitbang.banjarkab.go.id http://bappelitbang.banjarkab.go.id/wisata/destinasi/informasi/9
Comments
Loading...