Warning: unlink(/tmp/d620d2e1fed11ddf30383e95ad5ba89a-9qC1wY.tmp): No such file or directory in /home/infoprima/public_html/jalanwisata.id/wp-admin/includes/class-wp-filesystem-ftpext.php on line 167

Obyek Wisata Sejarah Museum Trisakti di Jakarta

0 132

Museum Trisakti

Museum Trisakti merupakan salah satu wisata  sejarah museum yang dirancang sebagai wadah dokumentasi peran aktif mahasiswa Trisakti dalam memerjuangkan demokrasi dan hak asasi manusia. Museum ini bercerita secara singkat mengenai empat mahasiswa yang tertembak pada tanggal 12 Mei 1998.

Sejarah Museum Trisakti

Dibangunnya museum ini untuk menghormati pejuang reformasi yang gugur pada waktu kerusuhan Mei tahun 1998. Empat mahasiswa Universitas Trisakti yang meninggal dalam kerusuhan tersebut adalah Elang Mulia Lesmana, Hafidhin Royan, Hendriawan Sie, dan Heri Hartanto. Museum ini berada di lobi gedung Dr. Syarief Thajeb, Kampus A, Universitas Trisakti atau di Jalan Kyai Tapa, Grogol, Jakarta Barat.

Koleksi di Museum Trisakti

Koleksi yang ada di dalam museum di antaranya berisi diorama, barang-barang korban, dan foto yang menceritakan tentang kejadian kerusuhan pada waktu itu. Mulai dari aksi damai, orasi, penghalauan oleh polisi, sampai kepada tragedi penembakan. Terdapat pula puisi karya Taufiq Ismail yang dibuat sehari setelah peristiwa tersebut. Pengunjung yang datang ke tempat ini tidak dipungut biaya sama sekali. Empat syuhada berangkat pada suatu malam, gerimis air mata. Tertahan di hari keesokan, telinga kami lekapkan ke tanah kuburan dan simaklah itu sedu sedan.

Mereka anak muda pengembara tiada sendiri, mengukir reformasi karena jemu deformasi, dengarkan saban hari langkah sahabat-sahabatmu beribu menderu-deru. Kartu mahasiswa telah disimpan dan tas kuliah turun dari bahu Mestinya kalian jadi insinyur dan ekonom abad 21. Tapi malaikat telah mencatat prestasi kalian tertinggi di Trisakti bahkan seluruh negeri karena kalian berani mengukir alfabet pertama dari kata Reformasi. Damai dengan darah arteri sendiri. Merah putih yang setengah tiang ini, menunduk di bawah garang matahari, tak mampu mengibarkan diri karena angin lama bersembunyi. Tapi peluru logam telah kami patahkan dalam doa bersama dan kalian pahlawan bersih dari dendam, karena jalan masih jauh dan kita memerlukan peta dari Tuhan.

Source https://id.wikipedia.org https://id.wikipedia.org/wiki/Museum_Trisakti
Comments
Loading...