Obyek Wisata Sejarah Istana Alwatzikoebillah, di Kab. Sambas

0 7

Istana Alwatzikoebillah

Istana Alwatzikoebillah di Desa Dalam Kaum, Sambas Kalimantan Barat, kini mulai diminati wisatawan nusantara (wisnus) untuk datang melihat kemegahan istana yang pernah jaya di zamannya. Perhatian turis domestik ramai berbondong-bondong mendatangi istana bertepatan dengan Libur Lebaran. Hal tersebut sudah menjadi pemandangan setiap tahunnya terutama saat liburan lebaran sejak hari kedua, pengunjung yang ingin mengetahui tapak tilas kerajaan Sambas dan pesona lainnya silih berganti memadati ruang istana.

 

Satu di antara pengunjung asal Kota Pontianak, Eka, Jumat  mengatakan kunjungannya ke Istana Sambas dalam rangka liburan sekalian bersilaturahim di rumah sahabatnya yang ada di Sambas. “Saya sengaja ke Sambas untuk bersilaturahim dengan sahabat lama saya dan terpenting lagi kita berfoto di Istana Sambas,” ucapnya. Sementara, pengunjuk lainnya, Diki mengatakan berkunjung ke istana untuk berlibur bersama keluarga. “Mumpung masih liburan dan momen lebaran kita bersama keluarga ke istana. Dengan berlibur ke istana kita ingin tahu sejarah istana dan Sambas,”kata dia.

Muhammad, satu di antara warga Sambas mengakui jika setiap lebaran istana banyak dikunjungi warga. “Setiap tahun memang seperti itu dan di antaranya warga datang dari daerah-daerah yang ada Kalbar,” katanya. Wisatawan umumnya kagum dengan arsitektur dan bahan bangunan istana yang masih kokoh dari kayu ulin. Juga ada peninggalan Pantak Dayak yang dibuat pada waktu penobatan salah satu Sulthan Sambas jaman dahulu. Ini bukti sejarah bahwa suju dayak juga ada andil dalam pembangunan Keraton Sambas, walau harus.

Kesultanan Sambas adalah kesultanan yang terletak di wilayah pesisir utara Provinsi Kalimantan Barat atau wilayah barat laut Pulau Kalimantan dengan pusat pemerintahannya adalah di Kota Sambas sekarang. Kesultanan Sambas adalah penerus pemerintahan dari kerajaan-kerajaan Sambas sebelumnya. Kerajaan yang bernama “Sambas” di wilayah ini paling tidak telah berdiri dan berkembang sebelum abad ke-14 M sebagaimana yang tercantum dalam Kitab Negarakertagama karya Mpu Prapanca. Pada masa itu rajanya bergelar “Nek”, salah satunya bernama Nek Riuh.

Setelah masa Nek Riuh, pada sekitar abad ke-15 M muncul pemerintahan raja yang bernama Tan Unggal yang terkenal sangat kejam. Karena kekejamannya ini Raja Tan Unggal kemudian dikudeta oleh rakyat dan setelah itu selama puluhan tahun rakyat di wilayah Sungai Sambas ini tidak mau mengangkat raja lagi. Pada masa kekosongan pemerintahan di wilayah Sungai Sambas inilah kemudian pada awal abad ke-16 M (1530) datang serombongan besar orang-orang dari Pulau Jawa (sekitar lebih dari 500 orang) yaitu dari kalangan Bangsawan Kerajaan Majapahit yang masih beragama Hindu, yaitu keturunan dari Raja Majapahit sebelumnya yang bernama Wikramawardhana.

Istana Alwatzikhoebillah dibangun pada masa pemerintahan Raden Muhammad Mulia Ibrahim (Sultan Muhammad Ibrahim Safiuddin) pada tahun 1933, Alwatzikhoebillah sendiri artinya Berpegang Teguh dengan ketentuan Allah. Kini Istana Alwatzikhoebillah Sambas, dirawat oleh generasi penerus kesultanan. Bangunan yang terdiri dari tiga bagian utama ini masih kokoh berdiri. Meskipun, dalam beberapa bagian istana ada mengalami kerusakan seperti bagian plafon atap maupun bagian lainnya seperti gapura.

Aini satu di antara pengurus yang merupakan kerabat dekat kesultanan yang menikah dengan satu diantara cucu sultan, mengungkapkan bahwa dirinya bersama suami telah mengurusi istana sejak tahun 1983. “Sejak menikah dengan suami saya disini merawat dan membersihkan istana, untuk perbaikan atau renovasi bantuan dari pemerintah memang ada tapi belum terlalu intens dan menyeluruh, ada namun belum seberapa,” ujarnya.

Diharapkan, kedepannya bantuan dari pemerintah dapat lebih gencar lagi, karena Istana tersebut merupakan warisan dari sejarah Kabupaten Sambas. “Saya berharap kedepannya lebih lagi perhatian terhadap cagar budaya ini, perbaikan ada yang dibantu dinas pariwisata, baru-baru ini juga telah diperiksa untuk selanjutnya dibantu yang lebih besar lagi,” pungkasnya.

Source https://bisniswisatahttps://bisniswisata.co.id.co.id https://bisniswisata.co.id/libur-lebaran-obyek-wisata-istana-alwatzikoebillah-diserbu-wisnus/
Comments
Loading...