Obyek Wisata Sejarah Candi Tegowangi di Kedri Jawa Timur

0 118

Candi Tegowangi

Candi Tegowangi merupakan salah satu wisata sejarah Secara administratif Candi Tegowangi terletak di Dusun Candirejo, Desa Tegowangi, Plemahan, Kab. Kediri. Candi ini dapat dituju dari beberapa arah. Dari Blitar, Jombang, Malang para traveler sekalian dapat melewati rute: Alun alun Pare ke barat (Jl. Jendral Sudirman) lurus saja sekitar 5,5 km hingga menjumpai SDN Tegowangi di kanan jalan; Dari pertigaan SDN Tegowangi silahkan berbelok ke kanan dan sampailah di Candi Tegowangi. Jika dari Kediri, traveler sekalian bisa beracuan dari Simpang Lima Gumul; Ambil arah Pare, Jombang/ Malang (Jl. Erlangga); Ikuti jalan raya (±15 km) hingga sampai di Monumen Garuda Pancasila kemudian belok ke kiri sejauh 2,9 km hingga di SDN Tegowangi; Candi Tegowangi hanya berjarak sekitar 1,5 km dari SD tersebut.

Candi Tegowangi menghadap ke barat, terbuat dari batu andesit. Keadaan candi ini telah runtuh dan hanya menyisakan bagian kaki candi saja. Bangunan yang bisa kalian lihat saat ini merupakan hasil pemugaran pada tahun 1983 sampai 1984. Meski telah runtuh, sisa kemegahan candi ini masih dapat dinikmati dari reliefnya. Relief pada Candi Tegowangi terletak pada dinding kaki candi menceritakan Kisah Sudamala. Relief tersebut belum sepenuhnya terselesaikan, baru separuh sisi barat, sisi selatan, dan sisi timur yang terpahat. Bagian akhir Kisah Sudamala yang seharusnya berada pada dinding utara dan barat belum terpahat.

Sudamala mengisahkan tentang Bhatari Durga dan para Pandawa. Kisah ini berawal saat Kunti menghadap Bhatari Durga di Kuburan Setra Gandamayu, untuk meminta meminta perlindungan agar para Pandawa selamat dalam perang Bharatayuddha karena dua raksasa sakti Kalantaka dan Kalanjaya membantu Kurawa. Durga setuju asalkan Sadewa (bungsu Pandawa) diberikan padanya. Awalnya Kunti tidak setuju namun karena dirasuki oleh Kalika, akhirnya Kunti menyerahkan Sadewa. Durga meminta agar dirinya diruwat Sadewa. Dengan bantuan Bhatara Guru yang masuk ke dalam tubuh Sadewa, Durga berhasil diruat dan kembali menjadi Dewi Uma/ Parwati yang berparas cantik. Sebagai tanda terimakasih, Sadewa dinikahkan dengan anak anak Pendeta Tambrapetra. Kisah ini pada Candi Tegowangi dapat dibaca secara praswaya (berlawanan arah jarum jam).

Berdasarkan kisah Sudamala yang mengisahkan tentang dewa dewa Hindu, diduga Candi Tegowangi bercorak agama Hindu. Hal ini juga didukung dengan keberadaan Yoni pada bilik candi. Ada pula yoni lain yang sekarang ditata berjajar dengan batu batu reruntuhan candi yang tidak dapat dikembalikan ke posisi awalnya. Yoni merupakan penggambaran Dewi Parwati, biasanya merupakan satu kesatuan dengan Lingga (Lambang Bhatara Guru/ Dewa Siwa) yang menggambarkan penciptaan dalam agama Hindu.

Source https://travellersblitar.com https://travellersblitar.com/candi-tegowangi-peninggalan-majapahit-di-kediri/
Comments
Loading...