Obyek Wisata Sejarah Candi Tebing Tegallinggah

0 41

Candi Tebing Tegallinggah

Candi Tebing Tegallinggah merupakan salah satu wisata sejarah yang terdapat wisata bebatuan yang menjadi unik, malah mungkin aneh tatkala sebuah candi yang keberadaannya tepat di tebing sebuah sungai. Candi ini bernama Candi Tebing Tegallinggah dan termasuk situs purbakala yang baru beberapa tahun lalu ditemukan. Candi Tebing Tegallinggah berada di Dusun Tegallinggah, Bedulu, Kabupaten Gainyar, Bali.

   

Adalah seorang ahli purbakala berkebangsaan Belanda yang berhasil menemukan situs sejarah yang kaya akan nilai historis-filosofis ini di sebuah tebing Sungai Pakerisan, Gianyar, Bali. Krijsman menemukan candi ini saat tengah melakukan penggalian penyelidikan terhadap sebuah bangunan kecil yang sebelumnya hanya dianggap gapura biasa saja oleh penduduk setempat.

Anda yang ingin melihat bangunan Candi Trebing Tegallinggah ini terlebih dahulu akan dibawa untuk menuruni tangga sebelum akhirnya sampai ke lokasi. Namun jangan khawatir akan mudah lelah karena pemandangan alam di sekitarnya begitu indah berupa hamparan sawah yang berumpak khas Bali. Semilirnya angin pesawahan akan membuai Anda dan mendadak membuat lupa bahwa Anda tengah menuruni puluhan anak tangga.

Candi ini terpahat di dua sisi tebing yang berseberangan—karena dipisahkan oleh aliran sungai Pakerisan dimana pada masing-masing dinding terdapat bentuk candi serta sejumlah cerukan yang berbeda. Semula penduduk desa setempat hanya mengetahui sebuah bangunan yang hanya berupa gapura masuk saja, namun setelah digali terdapat sebuah tangga menuju keatas di dalamnya.

Di sebelah kanan gapura ini terdapat gapura yang lebih besar namun sebagian telah runtuh, dimana pada bagian belakang gapura ini terdapat sebuah halaman yang pada dindingnya terpahat dua buah candi. Sedangkan di sebelah kiri gapura terdapat bangunan biara yang belum selesai, kemungkinan besar ditinggalkan karena adanya bencana alam gempa bumi. Pada candi ini juga ditemukan tujuh cerukan serta tiga lingga yang melambangkan “Trimurti” atau Dewa Utama, yaitu Dewa Brahma, Dewa Wisnu dan Dewa Siwa. Adapun cerukan yang ada merupakan tempat yang pada sisi lain dari kosmologi Hindu digunakan untuk mendekatkan diri pada Sang Hyang Widhi (pertapaan).

Source https://wisatabali2010.wordpress.com https://wisatabali2010.wordpress.com/candi-tebing-tegallinggah/
Comments
Loading...