Warning: unlink(/tmp/d444b0c5dce3bde2702f8c5694eb514d-fwiHkA.tmp): No such file or directory in /home/infoprima/public_html/jalanwisata.id/wp-admin/includes/class-wp-filesystem-ftpext.php on line 167

Obyek Wisata Sejarah Candi Singosari di Malang

0 98

Candi Singosari

Candi Singosari merupakan salah satu wisata sejarah candi ini bercorak Hindu-Budha karena Kerajaan Singosari menganut agama Syiwa-Budha. Selain itu di dalam candi banyak ditemukan arca Shiwa. Candi yang diperkirakan dibagun pada tahun 1300 M ini berada di Desa Candirenggo, Kecamatan Singosari, Malang. Penemuan pertama kali Candi Singosari pada awal abad 18 atau tahun 1800-1850 oleh Belanda. Bangunan candi yang menyerupai menara ini kemudian mereka sebut dengan nama candi menara. Namun ada pula yang menyebutnya sebagai Candi Cungkup, Candi Renggo, dan Candi Cella.

Candi ini dahulunya menjadi tempat ibadah umat Hindu sekaligus umat Budha. Bahkan hingga tahun 2012 candi ini masih digunakan dalam upacara Nyepi dan Ngembak Geni bagi agama Hindu. Begitu pula dengan umat Budha juga merayakan Waisak di candi ini. Namun sayangnya candi ini tak lagi digunakan kedua agama beribadah. Yang tersisa hanya ritual Jamasan atau ruwat candi dengan membersihkan candi memakai tujuh air sumber yang berada di pemandian Ken Dedes. Pemandian ini berada tak jauh dari candi dan hanya berjaarak 1 km. Usai dibersihkan candi pun dipasang dupa dan dilanjutkan dengan berdo’a.

Candi Singosari, Singosari, Malang, Jawa Timur.

Tinggi tubuh candi yang berada di tengah halaman ini sekitar 1,5 m dan tanpa hiasan ataupun relief di bagian kaki candi. Tangga untuk ke selasar candi tak seperti candi pada umumnya yang dihiasi dengan makara dan diapit pipi tangga. Pintu masuk menuju bagian dalam candi menghadap ke selatan dan berada di siis depan bilik penampil atau bilik yang menjorok ke depan. Pintu masuk ini pun tampak sederhana tanpa bingkai ataupun pahatan. Hanya ada pahatan sederhana kepala Kala di ambang pintunya. Kesederhanaan ini menimbulkan persepsi bahwa candi ini belum selesai dibangun.

Candi Singasari nampak bersusun dua dengan bagian bawah candi berbentuk persegi seperti ruangan kecil dengan relung pada masing-masing sisi. Diperkirakan dahulunya juga banyak arca di dalam relung tersebut. Di masing-masing ambang pintu relung terdapat Kala dengan pahatan yang lebih rumit dibandingkan yang ada di relung di tubuh candi dan pintu masuk. Relung arca ini juga ditemukan di kanan-kiri pintu bilik, meski lokasinya agak ke belakang. Ada pula di sisi lain candi dengan ukuran yang lebih besar dan dilengkapi dengan penampil dan hiasan Kala sederhana. Sementara di tengah ruangan utama terdapat yoni yang sayangnya sudah rusak bagian atasnya. Kaki yoni inipun tak dijumpai pahatan.

Candi yang merupakan tiruan Gunung Meru ini berjarak 10 km dari Kota Malang dan 88 km ke arah selatan dari Surabaya. Sejumlah angkutan umum bisa anda gunakan untuk membantu perjalanan anda menuju candi ini baik dari Malang, Tretes, ataupun Surabaya. Anda juga bisa menggunakan penerbangan domestik dari Surabaya ke Malang. Mengunjungi wisata bersejarah ini anda tak hanya melihat sisa-sisa kejayaan Singosari namun juga bisa melihat betapa masyarakat pada masa itu sangat tenggang rasa dan saling menghormati antar pemeluk agama hingga berbagi tempat ibadah. Anda juga bisa memasukkan Candi Singosari dalam daftar destinasi pada paket wisata ke Malang.

Source http://www.wisatajatim.info http://www.wisatajatim.info/harmonisasi-hindu-budha-di-candi-singosari/
Comments
Loading...