Obyek Wisata Gunung Tugel Sragen Jawa Tengah

0 274

Gunung Tugel

Gunung Tugel merupakan salah satu tempat wisata yang ada di  nama sebuah bukit setinggi sekitar 50 meter yang berada di Desa Jambeyan. Kata tugel berasal dari bahasa Jawa yang berarti patah atau terbelah.

Lokasi Gunung Tugel

Disebut tugel karena pada bagian tengah bukit itu terbelah menjadi dua bagian. Jalan yang membelah Gunung Tugel menjadi dua bagian itu dibangun pada zaman penjajah Belanda. Jalan itu menghubungkan Desa Jambeyan Kecamatan Sambirejo dengan Desa Winong Kecamatan Gondang, Sragen. Gunung Tugel merupakan ikon Desa Jambeyan. Gunung Tugel memiliki nilai sejarah bagi warga setempat. Gunung Tugel menjadi saksi bisu keuletan dan kegigihan warga pribumi dalam upaya mengusir penjajah Belanda.

Sejarah Gunung Tugel

“Menurut cerita para orang tua di Desa Jambeyan, Gunung Tugel itu menjadi tempat pelarian yang aman bagi para gerilyawan saat beperang melawan penjajah. Para gerilyawan itu sengaja berlari ke puncak bukit lalu berlindung di balik bukit. Mereka aman di balik bukit karena tembakan meriam pasukan Belanda itu terhalang oleh Gunung Tugel,” kata warga Jambeyan, Sugiyono, dikutip Solopos, Minggu (3/1/2016).

makam – gunung tugel kutoarjo
Kawasan Gunung Tugel di sebelah utara dahulu merupakan ladang kopi dan tanaman serat untuk bahan produksi karung. Di dekat pasar yang tak jauh dari lokasi dahulu terdapat pabrik pengolahan kopi. Di kompleks pabrik pengolahan kopi tersebut dahulu terdapat bungker yang biasa difungsikan sebagai tempat penyimpanan makanan cadangan dan barang berharga. Jalan yang membelah Gunung Tugel menjadi dua bagian itu sengaja dibuat untuk memudahkan akses keluar masuk pabrik pengolahan kopi dan tanaman serat.
gunung trugel kutoarjo

Sejak 2010 silam, Gunung Tugel menjadi objek eksploitasi tambang galian C. Sejak saat itu, tanah dan bebatuan di Gunung Tugel dikeruk secara liar. Meski mendapat perlawanan dari para aktivis peduli lingkungan di desa setempat, hingga kini kegiatan tambang di Gunung Tugel jalan terus. Sebelum ditambang, Gunung Tugel masih terlihat asri. Namun, kegiatan tambang yang dilakukan secara terus menerus itu mengakibatkan Gunung Tugel terlihat gersang. “Karena terus menerus dikeruk, lapisan tanah yang tersisa berupa batu cadas yang tidak subur untuk ditanami pepohonan,” kata Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Jambeyan, Kusmanto.

Source wisata sragen
Comments
Loading...